BERNAMA.ID: Dr H HERMANTO SE MM
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Dr H HERMANTO SE MM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dr H HERMANTO SE MM. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Desember 2022

Hermanto: Petani Harus Ditinggikan Kedudukannya dan Dihargai

Hermanto: Petani Harus Ditinggikan Kedudukannya dan Dihargai

Bernama.id - Solok l Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto menyebutkan petani harus ditinggikan kedudukannya dan dihargai. Petani sudah berjasa menyediakan pangan untuk seluruh anak bangsa.

'Produk taninya sampai ke istana. Setiap harinya dihidangkan dengan tempat terbaik," ujar Hermanto dihadapan peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Tanaman Perkebunan dalam Rangka Kemudahan Akses Pemasaran Kopi Rakyat di Hotel Green Hill, Alahan Panjang, Kabupaten Solok belum lama ini.

"Mestinya demikian juga dengan petani yang menghasilkan produk tani tersebut, kedudukannya ditinggikan dan dihargai," tambah legislator dari FPKS DPR RI ini.

Yang terjadi saat ini, lanjut Hermanto, petani sering kehilangan momentum nilai tambah. "Disaat tanam tidak ada pupuk. Disaat panen harga turun.  Sering Kehilangan momentum," paparnya.

Kondisi pertanian demikian, katanya, seolah diciptakan tidak punya ekspektasi masa depan. "Kalau kondisi demikian terus berlanjut, dikhawatirkan kita akan kehilangan petani milenial," ucap Hermanto.

Bimtek untuk petani, menurutnya, merupakan salahsatu upaya untuk meninggikan kedudukan petani. "Dengan bimtek ini diharapkan petani mengetahui informasi di hulu dan di hilir. Kalau tahu informasi maka bisa buat strategi," tutur Hermanto.

"Sebagai petani kopi jangan puas sekedar menghasilkan buah kopi. Harus tahu caranya bagaimana agar bisa menghasilkan nilai tambah," pungkas legislator dari Dapil Sumbar I ini.

Selain Hermanto, hadir sebagai narasumber Romauli Siagian (Koordinator Serat dan Atsiri Kementerian Pertanian), Rezky Hidayat (Kepala Bidang Perkebunan, Tanaman Semusim dan Rempah Provinsi Sumatera Barat), Deni Mahesarani (Pembina Sekolah Tani Ternak Nelayan Provinsi Sumatera Barat). Hadir juga tokoh muda setempat Roi Yurnades.(rel/Arif)

Minggu, 20 November 2022

Hermanto Apresiasi Petani yang Sabar Menanti Realisasi Bantuan Kambing

Hermanto Apresiasi Petani yang Sabar Menanti Realisasi Bantuan Kambing

Bernama.id - Padang l Anggota DPR RI Dapil Sumbar I Hermanto dalam kunjungan kerjanya di daerah pemilihan menyerahkan kambing bantuan pemerintah kepada kelompok wanita tani (KWT) Sejahtera, Kampung Haru, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Hermanto mengapresiasi KWT tersebut yang dengan sabar menanti realisasi bantuan tersebut selama 1 tahun.

"Terimakasih atas kesabaran menunggu realisasi bantuan selama 1 tahun. Kesabaran itu membuahkan hasil berupa kambing -kambing  yang besar dan sehat," ujar Hermanto dalam sambutannya usai penyerahan bantuan kambing di lokasi kelompok tersebut belum lama ini.

Hermanto berpesan agar kambing-kambing tersebut dipelihara dengan baik. "Saat ini sedang musim hujan, kambing lebih mudah mengalami gangguan kesehatan. Bila kelihatan kambing agak kurang sehat segera infokan ke penyuluh agar bisa dilakukan tindakan dengan cepat," papar legislator dari FPKS DPR RI ini.

Menurutnya, kambing kalau dipelihara dengan baik bisa berkembang dengan cepat. "Kambing kalau staminanya baik dalam 2 tahun bisa beranak 3 kali. Sekali beranak bisa 2 ekor. Jadi dalam 2 tahun 1 kambing bisa beranak 6 ekor," tuturnya.

Lebih jauh Hermanto meminta agar kelompok mempertahankan jumlah kambing sebanyak 25 ekor. "Kalau mau dijual maka tambahannya yang diluar 25 ekor itu," ujarnya.

Hermanto berharap para penerima merawat kambing tersebut dengan sungguh-sungguh sehingga kambing tersebut cepat beranak pinak. "Semakin banyak tambahannya maka semakin banyak juga yang bisa dijual dan semakin cepat juga bisa sejahtera", paparnya.

"Demikian harapan negara. Rakyat sejahtera," pungkas legislator dari Dapil Sumbar I ini.

Dalam penyerahan kambing bantuan tersebut, Hermanto didampingi tokoh setempat Dede Suhendi.(rel/Arif)

Sabtu, 19 November 2022

Hermanto Minta Kementan dan Bulog Akhiri Perbedaan Data Stok Beras

Hermanto Minta Kementan dan Bulog Akhiri Perbedaan Data Stok Beras

Bernama.id - Jakarta l Anggota Komisi IV DPR Hermanto menyayangkan perbedaan data stok beras antara Badan Urusan Logistik (Bulog) dengan Kementerian Pertanian (Kementan). Bulog mengatakan stok beras saat ini menipis, sementara Kementan mengatakan stok beras surplus. 

"Akhiri perbedaan data stok beras tersebut dengan mengefektifkan koordinasi guna meredam kecemasan masyarakat akan terjadinya kenaikan harga beras yang memicu inflasi," ujar Hermanto dalam keterangan tertulisnya kepada Bernama.id.

Saling bantah data stok beras ini, menurut Hermanto, mengindikasikan instansi pemerintah yang berwenang tidak berkoordinasi secara baik. "Kondisi tersebut dapat mengundang kekhawatiran bagi masyarakat berupa munculnya spekulan dan pelaku usaha untuk menimbun. Beras jadi langka, harga naik secara tidak wajar karena upaya mencari keuntungan besar," papar legislator dari FPKS DPR RI ini. 

Pola perbedaan data stok beras semacam ini, lanjutnya, sangat dicemaskan karena dapat memicu kelangkaan beras di pasar dan mengundang pelaku usaha untuk melakukan impor beras. "Impor beras ini tentu akan  berakibat pada kerugian bagi petani domestik," tegas Hermanto. 

Kondisi pasar beras saat ini, katanya, sebenarnya sangat kondusif bagi petani. "Kementan dan Bulog mestinya mendorong sektor hulu lebih produktif agar produk pertanian lebih berkualitas sehingga beras petani dapat diserap oleh pasar. Bersamaan dengan itu menjaga stabilitas harga dan mencegah inflasi," pungkas legislator dari Dapil Sumbar I ini.

Belum lama ini Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebut stok beras di Indonesia saat ini memprihatinkan. Ini terjadi akibat rendahnya serapan beras dari petani lokal karena berbagai kendala di lapangan. Saat ini stok cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog sebanyak 651.000 ton. Jumlah tersebut hanya setengah dari stok ideal yang harus dimiliki oleh Bulog sebanyak 1,2 juta ton.

Sementara Kementan mengklaim kalau produksi padi (beras) nasional saat ini dalam kondisi aman.  Sebabnya, menurut Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Ismail Wahab, ada potensi produksi padi 10,24 juta ton gabah kering giling (GKG). Setara 5 juta ton beras.(rel/Arif)

Jumat, 18 November 2022

Hermanto Gencar Sosialisasikan Maggot untuk Pakan Ternak

Hermanto Gencar Sosialisasikan Maggot untuk Pakan Ternak

Bernama.id - Padang l Anggota Komisi IV DPR Hermanto untuk ketiga kalinya memfasilitasi masyarakat di dapilnya dengan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Akselerasi Ekspor Budidaya Maggot. Dengan kegiatan tersebut ia berharap para peserta punya kemampuan memproduksi maggot kualitas ekspor.

"Bagus bila bisa diekspor. Kalaupun tidak diekspor, bisa digunakan sendiri untuk pakan ikan, ayam dan hewan ternak lainnya," ujar Hermanto dihadapan 80 peserta bimtek di Solok Premier Syariah Hotel, Kota Solok belum lama ini.

Menurut Hermanto, setidaknya ada dua manfaat Maggot. Pertama, manfaat ekonomi yaitu sebagai penyedia pakan yang murah untuk ternak. Kedua, manfaat lingkungan yaitu sebagai salahsatu solusi mengatasi sampah organik. "Sampah organik menjadi makanan yang empuk bagi maggot. Saya menyaksikan kulit durian yang keras itu dimakan oleh maggot sehingga yang tersisa tinggal serat keringnya," papar legislator dari FPKS DPR RI ini.

Karena 2 manfaat penting tersebut, katanya, budidaya maggot perlu secara gencar disosialisasikan. "Semakin banyak masyarakat yang tahu dan tergerak membudidayakan maggot maka pakan ternak semakin banyak tersedia dan lingkungan semakin bersih," pungkas legislator dari Dapil Sumbar I ini.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Balai Karantina Padang Iswan Haryanto dan 2 tokoh Kota Solok Guswardi serta Yohendri.
Kegiatan di Kota Solok ini diikuti oleh peserta dari 4 daerah di Sumatera Barat yaitu Kota Solok, Kabupaten Solok, Sijunjung dan Dharmasraya. Sebelum di Kota Solok, kegiatan serupa sudah diselenggarakan di Tanah Datar tahun 2021 dan di Padang Juli 2022 lalu.

Anggota Komisi IV DPR Hermanto untuk ketiga kalinya memfasilitasi masyarakat di dapilnya dengan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Akselerasi Ekspor Budidaya Maggot. Dengan kegiatan tersebut ia berharap para peserta punya kemampuan memproduksi maggot kualitas ekspor.

"Bagus bila bisa diekspor. Kalaupun tidak diekspor, bisa digunakan sendiri untuk pakan ikan, ayam dan hewan ternak lainnya," ujar Hermanto dihadapan 80 peserta bimtek di Solok Premier Syariah Hotel, Kota Solok belum lama ini.

Menurut Hermanto, setidaknya ada dua manfaat Maggot. Pertama, manfaat ekonomi yaitu sebagai penyedia pakan yang murah untuk ternak. Kedua, manfaat lingkungan yaitu sebagai salahsatu solusi mengatasi sampah organik. "Sampah organik menjadi makanan yang empuk bagi maggot. Saya menyaksikan kulit durian yang keras itu dimakan oleh maggot sehingga yang tersisa tinggal serat keringnya," papar legislator dari FPKS DPR RI ini.

Karena 2 manfaat penting tersebut, katanya, budidaya maggot perlu secara gencar disosialisasikan. "Semakin banyak masyarakat yang tahu dan tergerak membudidayakan maggot maka pakan ternak semakin banyak tersedia dan lingkungan semakin bersih," pungkas legislator dari Dapil Sumbar I ini.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Balai Karantina Padang Iswan Haryanto dan 2 tokoh Kota Solok Guswardi serta Yohendri.
Kegiatan di Kota Solok ini diikuti oleh peserta dari 4 daerah di Sumatera Barat yaitu Kota Solok, Kabupaten Solok, Sijunjung dan Dharmasraya. Sebelum di Kota Solok, kegiatan serupa sudah diselenggarakan di Tanah Datar tahun 2021 dan di Padang Juli 2022 lalu.(rel/Arif)

Kamis, 17 November 2022

Hermanto: Luas Hutan Berkurang karena Pertambahan Penduduk

Hermanto: Luas Hutan Berkurang karena Pertambahan Penduduk

Bernama.id - Batusangkar l Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto memfasilitasi masyarakat kehutanan di Kabupaten Tanah Datar dengan kegiatan Sosialisasi Kebun Bibit Rakyat (KBR) dan Bibit Produktif di Hotel Emersia Batusangkar belum lama ini. Dalam kegiatan tersebut Hermanto mengungkapkan luasan hutan semakin berkurang karena pertambahan penduduk.

"Pertambahan penduduk membutuhkan tambahan ruang. Tambahan ruang untuk tempat tinggal, pengadaan pangan, perluasan bangunan untuk industri dan perkantoran serta kebutuhan hidup lainnya", ujar Hermanto dihadapan 150 peserta kegiatan tersebut.

Selain luasannya yang terus berkurang karena berbagai kebutuhan manusia tersebut, lanjut Hermanto, hutan kita dalam kondisi yang parah. "Kalau kita naik pesawat, tampak dari atas banyak bagian dari hutan di Sumatera Barat yang gundul bahkan kondisinya kritis. Karena itu tidak heran bila belakang ini bila datang musim hujan kita sering mendengar berita banjir dan tanah longsor," papar legislator dari FPKS DPR RI ini.

,Menurut Hermanto, Pemerintah mengajak partisipasi masyarakat  untuk memulihkan kondisi hutan yang rusak tersebut diantaranya dengan kegiatan KBR dan bibit produktif. Dalam kegiatan KBR, pemerintah memberi modal Rp. 100 juta kepada kelompok masyarakat untuk memproduksi 30 ribu batang bibit tanaman berkayu yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Harapannya, setelah 30 ribu bibit itu tumbuh setinggi 30 cm, selanjutnya ditanam di lahan-lahan yang gundul tersebut. 

"Dalam penanamannya, bisa melibatkan masyarakat diluar kelompok. Hasil dari tanaman tersebut kelak, bisa diambil oleh penanamnya," ucap Hermanto.

Bila konsep tersebut terealisasi, tambahnya, kondisi hutan dan lahan setahap demi setahap akan pulih dan masyarakat sejahtera. "Para peserta kegiatan ini sebagian besar adalah penerima program KBR 2022. Karena itu setelah bibit siap tanam, jangan ditunda lagi, segera ditanam !", pungkas legislator dari Dapil Sumbar I ini.

Selain Hermanto, hadir sebagai narasumber kegiatan ini Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Indragiri Rokan Irpana Nur dan tokoh muda Tanah Datar Adib Fadhil.(rel/Arif)

Rabu, 16 November 2022

Hermanto Minta Masyarakat Perikanan Tidak Sekedar Jual Ikan Segar

Hermanto Minta Masyarakat Perikanan Tidak Sekedar Jual Ikan Segar



Bernama.id - Padang Panjang l Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto memfasilitasi masyarakat perikanan di daerah pemilihan Sumatera Barat I dengan kegiatan Sosialisasi Mutu dan Nilai Tambah Produk Perikanan di Hotel Rangkayo Basa, Padang Panjang belum lama ini. Dalam kegiatan tersebut Hermanto meminta peserta kegiatan agar ke depan tidak hanya sekedar menjual ikan dalam bentuk segar.

"Kalau menangkap atau memelihara ikan lalu langsung dijual dalam bentuk segar, ini pekerjaan sederhana. Untungnya juga tipis", ujar Hermanto dihadapan 70 peserta kegiatan tersebut.

Setelah mendapat tambahan ilmu dari kegiatan ini, Hermanto berharap para peserta kegiatan kedepannya bisa menjual ikan dalam bentuk olahan. "Memang untuk menghasilkan produk olahan ikan perlu tambahan pengorbanan berupa waktu, tenaga maupun modal", ungkap legislator dari FPKS DPR RI ini.

Tapi produk olahan yang dihasilkan, lanjutnya, nilainya lebih tinggi dan lebih awet serta menambah lapangan pekerjaan. "Produk bisa dijual sampai ke supermarket yang tentu harga jualnya lebih tinggi", ucap Hermanto.

"Dengan menjual produk ikan olahan, untungnya lebih besar. Kesejahteraan masyarakat perikanan juga akan lebih baik", pungkas legislator dari Dapil Sumbar I ini.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Komisi IV DPR RI. Hadir juga dalam kegiatan ini pejabat di Ditjen Peningkatan Daya Saing Kelautan Perikanan Erwin Trias Narotama, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Padang Panjang Ade Nafrita Anas dan tokoh setempat Amrizal.

Peserta kegiatan berasal dari Padang Panjang dan Kabupaten Solok. Peserta mendapat penjelasan wawasan terkait berbagai produk olahan ikan. Dalam kegiatan ini dipraktekan juga pembuatan dimsum ikan lele.(rel/Arif)

Rabu, 26 Oktober 2022

Kunjungi Sijunjung, Hermanto Serahkan Bibit Buah-Buahan

Kunjungi Sijunjung, Hermanto Serahkan Bibit Buah-Buahan

Bernama.id - Sijunjung l Anggota DPR RI Dapil Sumbar I Hermanto dalam kunjungan kerjanya di daerah pemilihan singgah di Kabupaten Sijunjung. Di kabupaten yang berjuluk Ranah Lansek Manih ini Hermanto menyerahkan bibit buah-buahan produktif bantuan pemerintah.

 "Bibit-bibit ini bersertifikat. Semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama berbuah," ujar Hermanto dalam sambutannya pada kegiatan penyerahan bibit secara simbolis di Jorong Koto Pulasan, Nagari Pulasan, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung belum lama ini.

Kalau sudah berbuah, lanjutnya, bisa dijual sebagai salahsatu penghasilan keluarga. "Bisa juga dikonsumsi sendiri dan dibagi ke tetangga agar kondisi masyarakat sehat dengan banyak mengkonsumsi buah-buahan," tutur legislator dari FPKS DPR RI ini.

Selain untuk penghasilan keluarga dan kesehatan masyarakat, kata Hermanto, bantuan bibit ini dalam jangka panjang dimaksudkan untuk rehabilitasi lahan. "Bibit-bibit tersebut kalau ditanam dan dirawat dengan baik akan tumbuh menjadi pohon-pohon dengan cabang dan ranting yang banyak. Dengan demikian tentu akarnya dalam dan daunnya juga lebat," paparnya. 

Daun yang lebat itu, jelasnya, bisa menahan air hujan sehingga tidak langsung menerpa tanah. "Hal ini bisa mencegah pengikisan dan pergerakan tanah juga longsor," ucap Hermanto.

"Jadi bermula dari bibit produktif buah-buahan selanjutnya bisa berdampak pada ekonomi dan kesehatan masyarakat serta kelestarian lingkungan," pungkas legislator dari Komisi IV DPR RI ini.

Jenis bibit buah-buahan yang diserahkan untuk masyarakat Sijunjung adalah alpukat, durian, lengkeng, mangga, manggis, jambu, jeruk, pinang, rambutan dan sirsak. Dalam penyerahan bibit tersebut Hermanto didampingi oleh tokoh setempat Hendri Susanto dan Kepridaus.(rel/Arif)

Selasa, 25 Oktober 2022

Hermanto Kembali Serahkan Alsintan, Kali ini untuk Petani Dharmasraya

Hermanto Kembali Serahkan Alsintan, Kali ini untuk Petani Dharmasraya


Bernama.id - Dharmasraya l Setelah petani Kabupaten Tanah Datar, kini giliran petani Kabupaten Dharmasraya menerima alsintan (alat dan mesin pertanian) bantuan pemerintah.  Anggota DPR RI Dapil Sumbar I Hermanto menyerahkan bantuan tersebut di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya belum lama ini.

"Pengadaan alsintan ini dananya dari APBN 2022," ungkap Hermanto.

 Kebijakan alokasi APBN, lanjutnya, diarahkan untuk memenuhi rasa keadilan dan pemerataan pembangunan. "Porsi alokasi anggaran untuk daerah mesti lebih besar guna memenuhi rasa keadilan dan pemerataan pembangunan. Hal itu, untuk mengurangi gap anggaran antara pusat dan daerah," tutur legislator dari FPKS DPR RI ini.

 "Dengan porsi anggaran daerah yang lebih besar, masyarakat di daerah dan pedesaan, petani dan nelayan serta UMKM merasakan keadilan pembangunan guna mengurangi angka kemiskinan," tambah Hermanto.

Di daerah, katanya, faktor pemerintah merupakan faktor dominan penggerak ekonomi. "Alokasi anggaran yang lebih besar ke daerah bertujuan agar pembangunan merata. Dengan demikian  pembangunan tidak hanya dirasakan di kota tapi juga sampai ke pelosok desa," pungkas legislator dari Komisi IV DPR RI ini.

Hadir dalam kegiatan penyerahan alsintan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya Darisman dan 3 tokoh setempat Widiyatmo, Suparto dan Sarwadiyanto.(rel/Arif)

Sabtu, 22 Oktober 2022

Kunjungi Padang Panjang, Hermanto Serahkan Coolbox Kepada Masyarakat Perikanan

Kunjungi Padang Panjang, Hermanto Serahkan Coolbox Kepada Masyarakat Perikanan

Bernama.id - Padang Panjang l Anggota DPR RI Dapil Sumbar I Hermanto dalam kunjungan kerjanya di daerah pemilihan, belum lama ini, singgah di Kota Padang Panjang untuk menyerahkan coolbox (kotak pendingin) bantuan pemerintah kepada masyarakat perikanan setempat. Masyarakat yang beruntung menerima bantuan tersebut adalah 3 Poklahsar (kelompok pengolah dan pemasar) yaitu IKPI (Pasar Baru), Raja Lele (Silaing Atas) dan Rimbun Saiyo (Kampung Manggis).

"Bantuan coolbox ini merupakan wujud perhatian negara terutama kepada para pengolah dan pemasar ikan. Ikan yang disimpan di coolbox akan tetap segar dalam waktu yang relatif lama," ujar Hermanto dalam sambutannya pada acara penyerahan tersebut.

Bagi pengolah, lanjut Hermanto, coolbox ini cocok untuk menyimpan ikan sementara sebelum diolah menjadi berbagai masakan atau keperluan lain. "Bagi pemasar, coolbox ini cocok untuk menyimpan ikan sementara sebelum dibeli oleh konsumen," ujar legislator dari FPKS DPR RI ini.

Kegiatan penyerahan bantuan coolbox dilakukan di aula Balai Benih Ikan (BBI) Padang Panjang. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Sonny BP, Staf Ahli Zulkifli, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Ade Nafrita Anas dan tokoh muda setempat Sukarso.

Coolbox merupakan kotak pendingin sederhana berbahan plastik HDPE sehingga dapat menjaga suhu rendah untuk menyimpan ikan. Mudah dibersihkan dan dapat menampung cukup banyak muatan. Bentuknya yang sederhana membuat coolbox sangat mudah ditempatkan, termasuk pada bagasi mobil.(rel/Arif)

Jumat, 21 Oktober 2022

Kunjungi Tanah Datar, Hermanto Serahkan Alsintan kepada Petani

Kunjungi Tanah Datar, Hermanto Serahkan Alsintan kepada Petani

Bernama.id - Tanah Datar l Anggota DPR RI Dapil Sumbar I Hermanto dalam kunjungan kerjanya di daerah pemilihan, belum lama ini, singgah di Kabupaten Tanah Datar untuk menyerahkan berbagai jenis alsintan (alat dan mesin pertanian) bantuan Pemerintah. Ia meminta agar alsintan tersebut dikelola dengan baik untuk kesejahteraan semua anggota kelompok.

"Alsintan-alsintan tersebut adalah barang milik negara yang diamanahkan penggunaannya kepada kelompok tani. Jaga amanah tersebut sebaik-baiknya," ujar Hermanto dalam sambutannya pada kegiatan tersebut.

Menurut Hermanto, tanda petani  amanah adalah alsintan yang diterima tersebut dipakai dan dirawat dengan baik. "Pergilirkan penggunaannya di lahan semua anggota kelompok agar semua merasakan manfaatnya," ucap legislator dari FPKS DPR RI ini. 

Bila dirawat dengan baik, lanjutnya, maka alsintan tersebut umurnya akan panjang. "Manfaatnya juga akan dirasakan lebih panjang. Dengan demikian kesejahteraan petani secara bertahap bisa meningkat," papar Hermanto.

"Bantuan Alsintan ini merupakan wujud perhatian negara kepada masyarakat khususnya petani. Negara ingin agar kesejahteraan petani minimal sama dengan kelas masyarakat lainnya," pungkas legislator dari Komisi IV DPR RI ini.


Penyerahan alsintan tersebut dilakukan di halaman kantor Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar. Hadir juga dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar Sri Mulyani serta tiga tokoh setempat Andri, Ade Raunas dan Firdaus Agus.(rel/Arif)

Kamis, 20 Oktober 2022

Di Dapil, Hermanto Kumpulkan Masyarakat Perikanan Budidaya Sumbar

Di Dapil, Hermanto Kumpulkan Masyarakat Perikanan Budidaya Sumbar

Bernama.id - Solok l Anggota DPR dari Dapil Sumbar I Hermanto dalam kunjungan kerjanya di daerah pemilihan, belum lama ini mengumpulkan masyarakat perikanan budidaya Sumatera Barat guna mendapatkan Sosialisasi Kebijakan dan Bantuan Pemerintah Lingkup Perikanan Budidaya di Kota Solok. Mereka yang hadir berasal dari Kota Solok, Kabupaten Solok, Tanah Datar dan Sijunjung.

"Sosialisasi ini diadakan untuk memberikan informasi beragam program pemerintah yang bisa diakses oleh masyarakat perikanan budidaya  dan bagaimana cara mengaksesnya," papar Hermanto dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut.

Hermanto berharap semua peserta fokus mengikuti kegiatan ini. "Saya berharap semua informasi yang didapat dalam kegiatan ini bisa ditindaklanjuti dengan direalisasikannya semua program pemerintah dengan baik," ucap legislator dari FPKS DPR RI ini.

Menurut Hermanto, kegiatan ini dan program-program kemasyarakatan yang menindaklanjutinya merupakan upaya negara untuk mensejahterakan masyarakat perikanan budidaya. "Hal tersebut merupakan wujud perhatian negara kepada masyarakat perikanan budidaya," pungkas legislator dari Komisi IV DPR RI ini.

Pada kegiatan yang dilaksanakan di Aula RSUD M.Natsir Kota Solok ini, tampil sebagai narasumber Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut Ikhsan Kamil. Hadir juga dalam kegiatan ini Anggota DPRD Kota Solok Ade Marta, Anggota DPRD Kabupaten Solok Nazar Bakri, Sekretaris Dinas Pertanian Kota Solok Edy Martin dan tokoh muda setempat Indra.(rel/Arif)

Sabtu, 01 Oktober 2022

Kunjungi Dapil, Hermanto Hadiri Peringatan HUT Sumbar ke-77

Kunjungi Dapil, Hermanto Hadiri Peringatan HUT Sumbar ke-77






Bernama.id - Padang l Anggota DPR RI Dapil Sumbar I Hermanto menghadiri kegiatan Peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke-77 dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (1/10/2022).  Kehadirannya merupakan wujud cinta pada kampung halaman, Provinsi yang dikenal dengan negeri adat basandi syara dan syara basandi kitabullah.

"Suasana peringatan Hari Jadi menguatkan kembali ingatan warga Sumbar tentang sejarah terbentuknya Provinsi Sumbar," ujar Hermanto dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan.

Hari jadi Sumbar 1 Oktober 1945, katanya, sangat dekat waktunya dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. "Kedua momentum itu memiliki kesamaan semangat juang, historis perjuangan pahlawan kemerdekaan dan bapak pendiri bangsa dalam membentuk Negara Republik Indonesia," papar legislator dari FPKS DPR RI ini. 

Tujuh puluh tujuh tahun setelah terbentuknya Provinsi Sumbar, lanjutnya, kini telah banyak terjadi perubahan dalam berbagai sektor pembangunan baik spiritual dan fisik serta meningkatnya kesejahteraan. "Apresiasi untuk Gubernur yang telah mengalokasikan 10 persen APBD Sumbar untuk sektor pertanian," ucap Hermanto.

"Mayoritas penduduk Sumbar masih bergerak di sektor pertanian. Sangat wajar apabila sektor pertanian mendapat porsi anggaran yang besar dalam APBD Sumbar," pungkas legislator dari Komisi IV DPR RI ini.(rel/Arif)

Selasa, 27 September 2022

Hermanto: Aksi Mahasiswa Menolak Kenaikan Harga BBM Sejalan dengan Sikap Fraksi PKS

Hermanto: Aksi Mahasiswa Menolak Kenaikan Harga BBM Sejalan dengan Sikap Fraksi PKS

Bernama.id - Jakarta l Anggota DPR RI Hermanto menyebutkan aksi mahasiswa yang terus menolak kenaikan harga BBM sejalan dengan sikap Fraksi PKS DPR RI. Rangkaian aksi mahasiswa tersebut menjadi tambahan energi bagi Fraksi PKS untuk terus mengupayakan pembatalan kenaikan harga BBM.

"Aksi mahasiswa baik di jalanan maupun yang berupa penyampaian aspirasi ke DPR, sejalan dengan sikap Fraksi PKS yang menolak dengan tegas kenaikan harga BBM," ujar Hermanto saat menerima aspirasi menolak kenaikan harga BBM oleh mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa (HMI) Komisariat Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana di Ruang Meeting F-PKS DPR RI, Senayan, Jakarta Selasa (27/09/2022).

Dalam kesempatan tersebut, juru bicara HMI Asita Zahra menyampaikan aspirasi menolak  kenaikan harga BBM jenis pertalite. "Hasil pemantauan kami, kenaikan BBM mengakibatkan kenaikan harga berbagai komoditas  yang memberatkan rakyat," ujarnya.

Fraksi PKS, kata Hermanto, setuju dengan hasil pemantauan mahasiswa bahwa kenaikan harga BBM terbukti menjadi penyebab langsung kenaikan biaya transportasi, biaya angkut, biaya proses produksi, biaya komponen bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead dan biaya lain-lain. "Begitu Harga BBM diputuskan naik maka saat itu juga para sopir angkot menaikan tarif," ujar Hermanto.

Semua kenaikan tersebut, katanya, berimplikasi pada kenaikan harga umum atau inflasi. "Dampak transmisi kenaikan harga BBM telah tampak semakin meluas terhadap harga sejumlah barang kebutuhan pokok dan kebutuhan sekunder," ungkap Hermanto.

Momentum kenaikan harga BBM saat ini, menurut Hermanto, tidak tepat karena sejumlah barang kebutuhan pokok, pajak dan bunga pinjaman belakangan ini sudah mengalami kenaikan lebih awal. “Bertemunya dua keadaan ekonomi yang tidak saling menguntungkan yaitu kenaikan harga umum dan melemahnya daya beli masyarakat, bisa memicu krisis multidimensi yang tak terkendali," pungkas Hermanto.


Disamping Hermanto, kegiatan serap aspirasi dari mahasiswa ini dihadiri juga oleh anggota FPKS DPR Diah Nurwitasari. Diah meminta agar Pemerintah tidak gengsi membatalkan kenaikan harga BBM. "Selama ini yang menjadi argumen utama Pemerintah menaikan BBM adalah tingginya harga minyak dunia. Sekarang harga minyak dunia sudah turun. Mestinya Pemerintah juga menurunkan harga BBM di dalam negeri," paparnya.(rel/Arif)

Minggu, 25 September 2022

Hermanto: Merdeka dari Utang, Perjuangan Generasi Mendatang

Hermanto: Merdeka dari Utang, Perjuangan Generasi Mendatang

Bernama.id - Solok l Anggota MPR RI Hermanto mengingatkan, atas berkat Rahmat Allah dan perjuangan para pahlawan maka Indonesia merdeka  pada 17 Agustus 1945. Setelah proklamasi kemerdekaan tersebut para pahlawan tetap berhasil mempertahankan NKRI dari upaya pendudukan kembali oleh bangsa asing.

"Saat ini, negara Indonesia memang sudah terbebas dari pendudukan bangsa asing. Tetapi belum merdeka sepenuhnya dari intervensi asing akibat utang yang besar," ujar Hermanto dihadapan peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR di Aula Kantor Wali Nagari Kotohilalang, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat belum lama ini.

"Utang Indonesia saat ini sangat besar. Lebih besar dari APBN tahun berjalan," ungkap legislator dari FPKS MPR ini.

Menurut Hermanto, dibutuhkan semangat perjuangan yang tinggi untuk melunasi utang tersebut. "Perjuangan belum selesai. Dulu para pahlawan berjuang dan berhasil membebaskan tanah air Indonesia dari pendudukan penjajah hingga Indonesia merdeka. Pemimpin Negara, generasi kini dan mendatang wajib berjuang melunasi utang hingga Indonesia berdaulat dan mandiri dalam mengabil kebijakan," paparnya.

Semangat kemerdekaan, katanya, harus diiringi dengan semangat membangun kemandirian. "Mandiri, itulah merdeka yang sesungguhnya," tandas Hermanto.

Orang berutang adalah orang yang tidak merdeka. "Demikian juga dengan bangsa.  Agar merdeka, Bangsa Indonesia harus punya semangat juang untuk terbebas dari utang," ucap Hermanto.

"Semangat juang tersebut harus sama dengan semangat juang para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan NKRI dari upaya pendudukan bangsa asing dimasa lalu," pungkas legislator dari Dapil Sumbar I ini.


Hadir dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR tersebut Wali Nagari Yuli Hendra, Ketua Karapatan Adat Nagari Musbar Panji Alam, Ketua Badan Permusyawaratan Nagari Marsisel dan tokoh mudah setempat Roi Yurnades.
Hermanto Kembali Serahkan Paket Sembako untuk Nelayan di Dapil

Hermanto Kembali Serahkan Paket Sembako untuk Nelayan di Dapil

Bernama.id - Pessel l Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto kembali menyerahkan paket sembako untuk nelayan di daerah pemilihan. Kali ini untuk nelayan di Dusun Muaro, Kampung Bukit Tambun Tulang, Nagari IV Koto Hilie, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan.

"Penyerahan sembako untuk nelayan disini merupakan kegiatan terakhir dari rangkain kegiatan Bakti Nelayan di Sumatera Barat," ujar Hermanto dihadapan para keluarga nelayan setempat, Jumat (23/9/2022) sore.

"Semoga kegiatan ini bisa menjadi pelipur lara atas kesedihan para nelayan akibat kebijakan Pemerintah menaikan harga BBM belum lama ini," tambah legislator dari FPKS DPR RI ini.

Kegiatan Bakti Nelayan, jelas Hermanto, merupakan simbol bahwa negara hadir di tengah komunitas nelayan. "Di Sumatera Barat, kegiatan Bakti Nelayan dilaksanakan sejak tahun lalu. Kita upayakan kegiatan ini dilaksanakan berkelanjutan, terlaksana juga di tahun-tahun mendatang," pungkas legislator dari Dapil Sumbar I ini.

Kegiatan  penyerahan sembako untuk nelayan di Kabupaten Pesisir Selatan masih merupakan rangkaian kegiatan Bakti Nelayan di Sumatera Barat yang sudah dilaksanakan sejak dua pekan lalu. Sebelumnya Hermanto mengadakan roadshow menghantarkan paket sembako bantuan pemerintah di 7 lokasi di Kota Padang, 2 lokasi di Kabupaten Tanah Datar dan 3 lokasi di Kabupaten Solok.


Pada kegiatan di Kabupaten Pesisir Selatan, Hermanto didampingi oleh Anggota DPRD Pesisir Selatan Feby Rifli dan tokoh muda setempat Eko Kurniawan.(rel/Arif)

Sabtu, 17 September 2022

Majelis Pertimbangan Pusat PKS Sosialisasikan Konsepsi Dasar Partai di Kalimantan

Majelis Pertimbangan Pusat PKS Sosialisasikan Konsepsi Dasar Partai di Kalimantan

Bernama.id - Pontianak l Majelis Pertimbangan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (MPP PKS) terus bergerak mensosialisasikan Konsepsi Dasar Partai. Menurut  Ketua Komisi Organisasi dan Kewilayahan MPP PKS Hermanto, sosialisasi kali ini untuk anggota PKS di Kalimantan yang dilakukan secara bersamaan di 4 titik yaitu Pontianak, Banjarmasin, Samarinda dan Tarakan.  

"Target sosialisasi adalah memberikan informasi, pengetahuan dan pemahaman tentang Konsepsi Dasar Partai pada peserta untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan organisasi Partai dalam bingkai NKRI," ujar Hermanto dalam sambutannya pada kegiatan sosialisasi di Pontianak. 

Menurutnya, Konsepsi Dasar Partai yang di sosialisasikan berupa; AD/ART, Falsafah Perjuangan Partai, Platform Kebijakan Pembangunan Partai dan Pengamanan Partai. "Esensi Sosialisasi Konsepsi Dasar Partai adalah mempersiapkan Anggota Partai untuk menggerakkan organisasi Partai sesuai visi dan misi rahmatan lil a'lamin dalam rangka menghadapi Pemilu 2024 agar penyelenggaraan Pemilu berlangsung luber dan jurdil sehingga target pemenangan pemilu dapat diraih sesuai target," papar Hermanto yang juga legislator dari FPKS DPR dari Dapil Sumbar I ini.

Selain Hermanto, tampil juga Baran Wirawan dan BS Wibowo sebagai narasumber di Pontianak. Kegiatan Sosialisasi di Kalimantan berlangsung Sabtu-Ahad 17 - 18 September 2022. Peserta sosialisasi adalah para Pengurus Partai Tingkat Provinsi (DPTW) dan Pengurus Partai Tingkat Daerah (DPTD).

Agenda yang dilakukan selama dua hari tersebut merupakan kegiatan Gelombang ke-7 yang dilakukan oleh MPP PKS. Sebelumnya telah diselenggarakan di wilayah-wilayah berikut: Sumatera Bagian Selatan, Sulawesi, Indonesia Timur, Jati Jaya (Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jogyakarta), Banjabar (Banten, Jakarta dan Jawa Barat) dan Sumatera Bagian Utara.(rel/Arif)

Minggu, 11 September 2022

Pasca Kenaikan Harga BBM, Hermanto Hantarkan 1000 Paket Sembako untuk Nelayan Sumbar

Pasca Kenaikan Harga BBM, Hermanto Hantarkan 1000 Paket Sembako untuk Nelayan Sumbar

Bernama.id - Padang l Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto mengadakan roadshow menghantarkan 1000 paket sembako untuk para nelayan  Sumatera Barat. Paket-paket sembako tersebut merupakan bantuan pemerintah dalam kegiatan Bakti Nelayan di Sumatera Barat.

"Kegiatan Bakti Nelayan di Sumatera Barat tahun ini dilaksanakan tidak lama setelah pemerintah menaikkan harga BBM.  Semoga kegiatan ini bisa menjadi pelipur lara atas kesedihan para nelayan akibat kenaikan BBM belum lama ini," ujar Hermanto dalam sambutannya dihadapan para nelayan dalam rangkaian kegiatan Bakti Nelayan yang dilaksanakan Jumat-Sabtu (9-10/9/2022) lalu.

Kegiatan Bakti Nelayan, kata Hermanto, sekaligus merupakan simbol bahwa negara hadir di tengah komunitas nelayan. "Di Sumatera Barat, kegiatan Bakti Nelayan dilaksanakan sejak tahun lalu. Kita upayakan kegiatan ini dilaksanakan berkelanjutan, terlaksana juga di tahun-tahun mendatang," ujar legislator dari FPKS DPR RI dari Dapil Sumbar I ini.

Kegiatan Bakti Nelayan diawali dengan acara seremoni di Gedung Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat.  Selanjutnya paket sembako disalurkan kepada nelayan laut di Padang serta nelayan danau di Tanah Datar dan Solok. 

Di Padang, sembako diserahkan di lokasi-lokasi komunitas nelayan di  Bungus Selatan Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Gates Kecamatan Lubuk Begalung, Pantai Manis Kecamatan Padang Selatan, Pantai Purus Kecamatan Padang Barat, Ulak Karang Selatan Kecamatan Padang Utara dan terakhir di Batang Kabung Ganting Kecamatan Koto Tangah.


Di Tanah Datar, sembako disalurkan di Batu Limbak Kecamatan Rambatan dan Malalo Kecamatan Batipuh Selatan. Di Kabupaten Solok sembako disalurkan di Paninggahan Kecamatan Junjung Sirih, Sumani Kecamatan X Koto Singkarak dan Danau Diatas Kecamatan Hiliran Gumanti.(rel/Arif)

Sabtu, 10 September 2022

Kunjungi Dapil, Hermanto Serahkan Beasiswa kepada Mahasiswa Adzkia

Kunjungi Dapil, Hermanto Serahkan Beasiswa kepada Mahasiswa Adzkia


Bernama.id - Padang l Anggota DPR dari Dapil Sumbar I Hermanto dalam kunjungan kerjanya di daerah pemilihan menyempatkan berkunjung ke Universitas Adzkia di Padang. Di universitas tersebut ia menyerahkan beasiswa KIP-K (Kartu Indonesia Pintar-Kuliah) kepada 50 mahasiswa baru.

"Anak-anak kita punya kemampuan akademik yang luar biasa tetapi banyak yang tidak punya biaya untuk kuliah," ujar Hermanto dalam sambutannya dihadapan para mahasiswa dan orangtuanya. 

Negara, lanjutnya, memahami hal ini. "Beasiswa KIP-K menjadi solusi untuk mengatasi kondisi tersebut," ucap legislator dari FPKS DPR RI ini.

Hermanto berharap mahasiswa penerima beasiswa KIP-K ini sungguh-sungguh belajar sehingga bisa lulus maksimal 4 tahun. "Beasiswa KIP-K ini berlaku 4 tahun. Bila dalam 4 tahun belum lulus maka selanjutnya bayar sendiri," tutur Hermanto.

Hermanto berpesan agar mahasiswa jangan cenderung seperti menara gading. "Tetapi bertindaklah seperti padi, semakin berisi semakin merunduk," pungkas legislator dari Komisi IV DPR RI ini.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor II Universitas Adzkia Trinda Farhan Satria.(rel/Arif)

Rabu, 07 September 2022

Membebani Petani dan Nelayan, Hermanto Desak Pemerintah Batalkan Kenaikan Harga BBM

Membebani Petani dan Nelayan, Hermanto Desak Pemerintah Batalkan Kenaikan Harga BBM

Bernama.id - Jakarta l Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto mendesak Presiden Joko Widodo agar membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) karena jelas akan berdampak langsung pada peningkatan pengeluaran petani, nelayan dan pengemudi angkutan umum.

"Sekarang ini petani sudah melakukan mekanisasi, mulai dari tanam sampai paska panen. Mekanisasi ini pakai BBM. Kalau BBM naik maka sudah pasti pengeluaran petani juga akan naik," ujar Hermanto dalam keterangan tertulisnya kepada Bernama.id pada Rabu, 7/9/2022.

Sementara itu, lanjutnya, hasil panennya belum tentu bertambah. "Kalaupun hasil panennya melimpah, biasanya harga jatuh," ujar legislator dari FPKS DPR RI ini.

"Jadi, pengeluaran petani sudah pasti bertambah. Sementara pendapatan, belum tentu bertambah. Hal ini jelas memberatkan kehidupan para petani," tambah Hermanto.

Demikian juga dengan nelayan. "Mereka melaut pakai mesin. Mesin pakai BBM. Harga BBM naik maka pasti pengeluaran nelayan juga bertambah. Sementara penghasilan belum tentu bertambah," papar Hermanto.

Hal serupa tentu dialami juga oleh lapisan masyarakat kecil lain yang mata pencahariannya terkait langsung dengan BBM seperti para pengemudi angkutan kota dan angkutan umum lainnya serta ojek motor. "Kenaikan BBM membuat pengeluaran mereka bertambah. Sementara tarif tidak bisa serta merta dinaikkan. Kalaupun tarif naik, ada kemungkinan konsumen berkurang karena beralih ke moda transportasi lain," papar Hermanto.

"Kenaikan BBM tentu sangat membebani masyarakat yang berprofesi sebagai pengemudi angkutan umum," pungkas legislator dari Dapil Sumbar I ini.(rel/Arif)

Minggu, 04 September 2022

MPP PKS SOSIALISASIKAN KONSEPSI DASAR PARTAI DI PADANG

MPP PKS SOSIALISASIKAN KONSEPSI DASAR PARTAI DI PADANG

Bernama.id - Padang l Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengadakan Pendidikan Politik dan Sosialisasi Nasional Konsepsi Dasar Partai kepada Pimpinan Tingkat Wilayah se-Sumatera Barat di Hotel Rocky Padang selama 2 hari, Sabtu (3/9/2022) - Ahad (4/9/2022). Ketua Komisi Organisasi dan Kewilayahan MPP PKS Hermanto menyebutkan, 
kegiatan ini bertujuan agar Anggota Partai mengetahui tata aturan Partai dan menginternalisasikan nilai-nilainya serta menjadi budaya bagi kehidupan sehari-hari. 

"Kegiatan ini diadakan agar Konsepsi Dasar Partai terinternalisasi dan mampu diimplementasikan oleh setiap Anggota Partai dalam menjalankan fungsi edukasi, advokasi, kaderisasi kepemimpinan daerah dan nasional", ujar Hermanto membacakan sambutan tertulis Ketua MPP PKS Suswono.

Konsepsi Dasar Partai, lanjut Hermanto, mengacu pada Ketatapan Majelis Syuro yaitu Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD dan ART), Falsafah Perjuangan Partai, Platform Kebijakan Pembangunan Partai dan Wawasan Pengamanan Partai. “Kegiatan ini bertujuan agar konsepsi partai dapat diketahui, dipahami, diamalkan, dijiwai dan membudaya oleh semua Anggota PKS. Sehingga PKS sebagai bagian dari entitas politik Indonesia, dengan konsep rahmatan lil ‘alamin bisa dirasakan oleh anak bangsa,” tutur Hermanto yang juga Anggota DPR RI dari Dapil Sumbar I ini.

Menurutnya, kegiatan juga diharapkan berdampak positif kepada semua Anggota Partai untuk menginternalisasikan nilai-nilai falsafah dan AD/ART PKS dalam bingkai ke Indonesiaan yang terdiri dari beragam agama, suku, etnis, ras, bahasa dan budaya yang perlu dijunjung tinggi dan diletakkan pada tempat yang terhormat dengan mengedepankan toleransi dan saling menghormati. "PKS melaksanakan pendidikan dan sosialisasi ini untuk menjawab tantangan Indonesia kedepan dalam menghadapi pengaruh globalisasi, geopolitik, sosial media dan krisis ekonomi dengan cara menghadirkan kepemimpinan nasional yang berintegritas dan keteladanan," papar Hermanto.

“Misi PKS sebagai partai berazaskan Islam hadir memberi solusi, partisipatif, keteladanan dalam membangun dan sinambung untuk Indonesia maju dan lebih baik,” tambahnya.

PKS sendiri, katanya, melihat ada situasi yang dihadapi bangsa saat ini yaitu peluang dan tantangan bonus demografi di era krisis. "Oleh karena itu 4 pilar bangsa harus terus diperkokoh, dan PKS hadir untuk ikut berpartisipasi dalam peran peradaban nasional dan dunia seperti yang diamanahkan oleh undang-undang," jelas Hermanto.

Selain Hermanto yang membawakan materi Falsafah Dasar Perjuangan Partai, tampil juga sebagai narasumber:  Irsyad Safar (AD/ART PKS), Wiryaningsih (Platform Kebijakan Pembangunan Partai), Juli Wibowo (Wawasan Pengamanan Partai) dan Masyudi (Pengarah Kegiatan). "Para narasumber kegiatan ini adalah Anggota Partai yang menjadi peserta dan dinyatakan lulus dalam Training for Trainer (TFT). Pendidikan dan sosialisasi ini dilakukan secara bertahap dan berjenjang untuk semua kader," jelas Hermanto.

Selain di Sumatera Barat, dalam waktu bersamaan kegiatan serupa diselenggarakan juga di Medan dan  Pekanbaru. Kegiatan di Medan pesertanya berasal dari Sumatera Utara dan Aceh. Sedangkan kegiatan di Pekanbaru pesertanya berasal dari Riau dan Kepulauan Riau.

Agenda yang dilakukan selama dua hari tersebut merupakan kegiatan Gelombang ke-6 yang dilakukan oleh MPP PKS. Sebelumnya telah diselenggarakan di wilayah-wilayah berikut: Sumatera Bagian Selatan, Sulawesi, Indonesia Timur, Jati Jaya (Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jogyakarta) dan Banjabar (Banten, Jakarta dan Jawa Barat).(rel/Arif)

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done