BERNAMA.ID: Dr H HERMANTO SE MM
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Dr H HERMANTO SE MM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dr H HERMANTO SE MM. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Desember 2022

Hermanto: Petani Harus Ditinggikan Kedudukannya dan Dihargai

Hermanto: Petani Harus Ditinggikan Kedudukannya dan Dihargai

Bernama.id - Solok l Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto menyebutkan petani harus ditinggikan kedudukannya dan dihargai. Petani sudah berjasa menyediakan pangan untuk seluruh anak bangsa.

'Produk taninya sampai ke istana. Setiap harinya dihidangkan dengan tempat terbaik," ujar Hermanto dihadapan peserta Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Tanaman Perkebunan dalam Rangka Kemudahan Akses Pemasaran Kopi Rakyat di Hotel Green Hill, Alahan Panjang, Kabupaten Solok belum lama ini.

"Mestinya demikian juga dengan petani yang menghasilkan produk tani tersebut, kedudukannya ditinggikan dan dihargai," tambah legislator dari FPKS DPR RI ini.

Yang terjadi saat ini, lanjut Hermanto, petani sering kehilangan momentum nilai tambah. "Disaat tanam tidak ada pupuk. Disaat panen harga turun.  Sering Kehilangan momentum," paparnya.

Kondisi pertanian demikian, katanya, seolah diciptakan tidak punya ekspektasi masa depan. "Kalau kondisi demikian terus berlanjut, dikhawatirkan kita akan kehilangan petani milenial," ucap Hermanto.

Bimtek untuk petani, menurutnya, merupakan salahsatu upaya untuk meninggikan kedudukan petani. "Dengan bimtek ini diharapkan petani mengetahui informasi di hulu dan di hilir. Kalau tahu informasi maka bisa buat strategi," tutur Hermanto.

"Sebagai petani kopi jangan puas sekedar menghasilkan buah kopi. Harus tahu caranya bagaimana agar bisa menghasilkan nilai tambah," pungkas legislator dari Dapil Sumbar I ini.

Selain Hermanto, hadir sebagai narasumber Romauli Siagian (Koordinator Serat dan Atsiri Kementerian Pertanian), Rezky Hidayat (Kepala Bidang Perkebunan, Tanaman Semusim dan Rempah Provinsi Sumatera Barat), Deni Mahesarani (Pembina Sekolah Tani Ternak Nelayan Provinsi Sumatera Barat). Hadir juga tokoh muda setempat Roi Yurnades.(rel/Arif)

Minggu, 20 November 2022

Hermanto Apresiasi Petani yang Sabar Menanti Realisasi Bantuan Kambing

Hermanto Apresiasi Petani yang Sabar Menanti Realisasi Bantuan Kambing

Bernama.id - Padang l Anggota DPR RI Dapil Sumbar I Hermanto dalam kunjungan kerjanya di daerah pemilihan menyerahkan kambing bantuan pemerintah kepada kelompok wanita tani (KWT) Sejahtera, Kampung Haru, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Hermanto mengapresiasi KWT tersebut yang dengan sabar menanti realisasi bantuan tersebut selama 1 tahun.

"Terimakasih atas kesabaran menunggu realisasi bantuan selama 1 tahun. Kesabaran itu membuahkan hasil berupa kambing -kambing  yang besar dan sehat," ujar Hermanto dalam sambutannya usai penyerahan bantuan kambing di lokasi kelompok tersebut belum lama ini.

Hermanto berpesan agar kambing-kambing tersebut dipelihara dengan baik. "Saat ini sedang musim hujan, kambing lebih mudah mengalami gangguan kesehatan. Bila kelihatan kambing agak kurang sehat segera infokan ke penyuluh agar bisa dilakukan tindakan dengan cepat," papar legislator dari FPKS DPR RI ini.

Menurutnya, kambing kalau dipelihara dengan baik bisa berkembang dengan cepat. "Kambing kalau staminanya baik dalam 2 tahun bisa beranak 3 kali. Sekali beranak bisa 2 ekor. Jadi dalam 2 tahun 1 kambing bisa beranak 6 ekor," tuturnya.

Lebih jauh Hermanto meminta agar kelompok mempertahankan jumlah kambing sebanyak 25 ekor. "Kalau mau dijual maka tambahannya yang diluar 25 ekor itu," ujarnya.

Hermanto berharap para penerima merawat kambing tersebut dengan sungguh-sungguh sehingga kambing tersebut cepat beranak pinak. "Semakin banyak tambahannya maka semakin banyak juga yang bisa dijual dan semakin cepat juga bisa sejahtera", paparnya.

"Demikian harapan negara. Rakyat sejahtera," pungkas legislator dari Dapil Sumbar I ini.

Dalam penyerahan kambing bantuan tersebut, Hermanto didampingi tokoh setempat Dede Suhendi.(rel/Arif)

Sabtu, 19 November 2022

Hermanto Minta Kementan dan Bulog Akhiri Perbedaan Data Stok Beras

Hermanto Minta Kementan dan Bulog Akhiri Perbedaan Data Stok Beras

Bernama.id - Jakarta l Anggota Komisi IV DPR Hermanto menyayangkan perbedaan data stok beras antara Badan Urusan Logistik (Bulog) dengan Kementerian Pertanian (Kementan). Bulog mengatakan stok beras saat ini menipis, sementara Kementan mengatakan stok beras surplus. 

"Akhiri perbedaan data stok beras tersebut dengan mengefektifkan koordinasi guna meredam kecemasan masyarakat akan terjadinya kenaikan harga beras yang memicu inflasi," ujar Hermanto dalam keterangan tertulisnya kepada Bernama.id.

Saling bantah data stok beras ini, menurut Hermanto, mengindikasikan instansi pemerintah yang berwenang tidak berkoordinasi secara baik. "Kondisi tersebut dapat mengundang kekhawatiran bagi masyarakat berupa munculnya spekulan dan pelaku usaha untuk menimbun. Beras jadi langka, harga naik secara tidak wajar karena upaya mencari keuntungan besar," papar legislator dari FPKS DPR RI ini. 

Pola perbedaan data stok beras semacam ini, lanjutnya, sangat dicemaskan karena dapat memicu kelangkaan beras di pasar dan mengundang pelaku usaha untuk melakukan impor beras. "Impor beras ini tentu akan  berakibat pada kerugian bagi petani domestik," tegas Hermanto. 

Kondisi pasar beras saat ini, katanya, sebenarnya sangat kondusif bagi petani. "Kementan dan Bulog mestinya mendorong sektor hulu lebih produktif agar produk pertanian lebih berkualitas sehingga beras petani dapat diserap oleh pasar. Bersamaan dengan itu menjaga stabilitas harga dan mencegah inflasi," pungkas legislator dari Dapil Sumbar I ini.

Belum lama ini Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyebut stok beras di Indonesia saat ini memprihatinkan. Ini terjadi akibat rendahnya serapan beras dari petani lokal karena berbagai kendala di lapangan. Saat ini stok cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog sebanyak 651.000 ton. Jumlah tersebut hanya setengah dari stok ideal yang harus dimiliki oleh Bulog sebanyak 1,2 juta ton.

Sementara Kementan mengklaim kalau produksi padi (beras) nasional saat ini dalam kondisi aman.  Sebabnya, menurut Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Ismail Wahab, ada potensi produksi padi 10,24 juta ton gabah kering giling (GKG). Setara 5 juta ton beras.(rel/Arif)

Jumat, 18 November 2022

Hermanto Gencar Sosialisasikan Maggot untuk Pakan Ternak

Hermanto Gencar Sosialisasikan Maggot untuk Pakan Ternak

Bernama.id - Padang l Anggota Komisi IV DPR Hermanto untuk ketiga kalinya memfasilitasi masyarakat di dapilnya dengan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Akselerasi Ekspor Budidaya Maggot. Dengan kegiatan tersebut ia berharap para peserta punya kemampuan memproduksi maggot kualitas ekspor.

"Bagus bila bisa diekspor. Kalaupun tidak diekspor, bisa digunakan sendiri untuk pakan ikan, ayam dan hewan ternak lainnya," ujar Hermanto dihadapan 80 peserta bimtek di Solok Premier Syariah Hotel, Kota Solok belum lama ini.

Menurut Hermanto, setidaknya ada dua manfaat Maggot. Pertama, manfaat ekonomi yaitu sebagai penyedia pakan yang murah untuk ternak. Kedua, manfaat lingkungan yaitu sebagai salahsatu solusi mengatasi sampah organik. "Sampah organik menjadi makanan yang empuk bagi maggot. Saya menyaksikan kulit durian yang keras itu dimakan oleh maggot sehingga yang tersisa tinggal serat keringnya," papar legislator dari FPKS DPR RI ini.

Karena 2 manfaat penting tersebut, katanya, budidaya maggot perlu secara gencar disosialisasikan. "Semakin banyak masyarakat yang tahu dan tergerak membudidayakan maggot maka pakan ternak semakin banyak tersedia dan lingkungan semakin bersih," pungkas legislator dari Dapil Sumbar I ini.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Balai Karantina Padang Iswan Haryanto dan 2 tokoh Kota Solok Guswardi serta Yohendri.
Kegiatan di Kota Solok ini diikuti oleh peserta dari 4 daerah di Sumatera Barat yaitu Kota Solok, Kabupaten Solok, Sijunjung dan Dharmasraya. Sebelum di Kota Solok, kegiatan serupa sudah diselenggarakan di Tanah Datar tahun 2021 dan di Padang Juli 2022 lalu.

Anggota Komisi IV DPR Hermanto untuk ketiga kalinya memfasilitasi masyarakat di dapilnya dengan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Akselerasi Ekspor Budidaya Maggot. Dengan kegiatan tersebut ia berharap para peserta punya kemampuan memproduksi maggot kualitas ekspor.

"Bagus bila bisa diekspor. Kalaupun tidak diekspor, bisa digunakan sendiri untuk pakan ikan, ayam dan hewan ternak lainnya," ujar Hermanto dihadapan 80 peserta bimtek di Solok Premier Syariah Hotel, Kota Solok belum lama ini.

Menurut Hermanto, setidaknya ada dua manfaat Maggot. Pertama, manfaat ekonomi yaitu sebagai penyedia pakan yang murah untuk ternak. Kedua, manfaat lingkungan yaitu sebagai salahsatu solusi mengatasi sampah organik. "Sampah organik menjadi makanan yang empuk bagi maggot. Saya menyaksikan kulit durian yang keras itu dimakan oleh maggot sehingga yang tersisa tinggal serat keringnya," papar legislator dari FPKS DPR RI ini.

Karena 2 manfaat penting tersebut, katanya, budidaya maggot perlu secara gencar disosialisasikan. "Semakin banyak masyarakat yang tahu dan tergerak membudidayakan maggot maka pakan ternak semakin banyak tersedia dan lingkungan semakin bersih," pungkas legislator dari Dapil Sumbar I ini.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Balai Karantina Padang Iswan Haryanto dan 2 tokoh Kota Solok Guswardi serta Yohendri.
Kegiatan di Kota Solok ini diikuti oleh peserta dari 4 daerah di Sumatera Barat yaitu Kota Solok, Kabupaten Solok, Sijunjung dan Dharmasraya. Sebelum di Kota Solok, kegiatan serupa sudah diselenggarakan di Tanah Datar tahun 2021 dan di Padang Juli 2022 lalu.(rel/Arif)

Kamis, 17 November 2022

Hermanto: Luas Hutan Berkurang karena Pertambahan Penduduk

Hermanto: Luas Hutan Berkurang karena Pertambahan Penduduk

Bernama.id - Batusangkar l Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto memfasilitasi masyarakat kehutanan di Kabupaten Tanah Datar dengan kegiatan Sosialisasi Kebun Bibit Rakyat (KBR) dan Bibit Produktif di Hotel Emersia Batusangkar belum lama ini. Dalam kegiatan tersebut Hermanto mengungkapkan luasan hutan semakin berkurang karena pertambahan penduduk.

"Pertambahan penduduk membutuhkan tambahan ruang. Tambahan ruang untuk tempat tinggal, pengadaan pangan, perluasan bangunan untuk industri dan perkantoran serta kebutuhan hidup lainnya", ujar Hermanto dihadapan 150 peserta kegiatan tersebut.

Selain luasannya yang terus berkurang karena berbagai kebutuhan manusia tersebut, lanjut Hermanto, hutan kita dalam kondisi yang parah. "Kalau kita naik pesawat, tampak dari atas banyak bagian dari hutan di Sumatera Barat yang gundul bahkan kondisinya kritis. Karena itu tidak heran bila belakang ini bila datang musim hujan kita sering mendengar berita banjir dan tanah longsor," papar legislator dari FPKS DPR RI ini.

,Menurut Hermanto, Pemerintah mengajak partisipasi masyarakat  untuk memulihkan kondisi hutan yang rusak tersebut diantaranya dengan kegiatan KBR dan bibit produktif. Dalam kegiatan KBR, pemerintah memberi modal Rp. 100 juta kepada kelompok masyarakat untuk memproduksi 30 ribu batang bibit tanaman berkayu yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Harapannya, setelah 30 ribu bibit itu tumbuh setinggi 30 cm, selanjutnya ditanam di lahan-lahan yang gundul tersebut. 

"Dalam penanamannya, bisa melibatkan masyarakat diluar kelompok. Hasil dari tanaman tersebut kelak, bisa diambil oleh penanamnya," ucap Hermanto.

Bila konsep tersebut terealisasi, tambahnya, kondisi hutan dan lahan setahap demi setahap akan pulih dan masyarakat sejahtera. "Para peserta kegiatan ini sebagian besar adalah penerima program KBR 2022. Karena itu setelah bibit siap tanam, jangan ditunda lagi, segera ditanam !", pungkas legislator dari Dapil Sumbar I ini.

Selain Hermanto, hadir sebagai narasumber kegiatan ini Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Indragiri Rokan Irpana Nur dan tokoh muda Tanah Datar Adib Fadhil.(rel/Arif)

Rabu, 16 November 2022

Hermanto Minta Masyarakat Perikanan Tidak Sekedar Jual Ikan Segar

Hermanto Minta Masyarakat Perikanan Tidak Sekedar Jual Ikan Segar



Bernama.id - Padang Panjang l Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto memfasilitasi masyarakat perikanan di daerah pemilihan Sumatera Barat I dengan kegiatan Sosialisasi Mutu dan Nilai Tambah Produk Perikanan di Hotel Rangkayo Basa, Padang Panjang belum lama ini. Dalam kegiatan tersebut Hermanto meminta peserta kegiatan agar ke depan tidak hanya sekedar menjual ikan dalam bentuk segar.

"Kalau menangkap atau memelihara ikan lalu langsung dijual dalam bentuk segar, ini pekerjaan sederhana. Untungnya juga tipis", ujar Hermanto dihadapan 70 peserta kegiatan tersebut.

Setelah mendapat tambahan ilmu dari kegiatan ini, Hermanto berharap para peserta kegiatan kedepannya bisa menjual ikan dalam bentuk olahan. "Memang untuk menghasilkan produk olahan ikan perlu tambahan pengorbanan berupa waktu, tenaga maupun modal", ungkap legislator dari FPKS DPR RI ini.

Tapi produk olahan yang dihasilkan, lanjutnya, nilainya lebih tinggi dan lebih awet serta menambah lapangan pekerjaan. "Produk bisa dijual sampai ke supermarket yang tentu harga jualnya lebih tinggi", ucap Hermanto.

"Dengan menjual produk ikan olahan, untungnya lebih besar. Kesejahteraan masyarakat perikanan juga akan lebih baik", pungkas legislator dari Dapil Sumbar I ini.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Komisi IV DPR RI. Hadir juga dalam kegiatan ini pejabat di Ditjen Peningkatan Daya Saing Kelautan Perikanan Erwin Trias Narotama, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Padang Panjang Ade Nafrita Anas dan tokoh setempat Amrizal.

Peserta kegiatan berasal dari Padang Panjang dan Kabupaten Solok. Peserta mendapat penjelasan wawasan terkait berbagai produk olahan ikan. Dalam kegiatan ini dipraktekan juga pembuatan dimsum ikan lele.(rel/Arif)

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done