BERNAMA.ID: Sosial Budaya
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Agustus 2022

Kode 303 Jendral Sambo, Sikat Semua Judi Online, Penyakit Masyarakat Sumbar

Kode 303 Jendral Sambo, Sikat Semua Judi Online, Penyakit Masyarakat Sumbar

Oleh : Labai Korok

Jendral Ferdy Sambo dikait-kaitkan oleh netizen sebagai beking, pemegang konsorsium judi online dengan kode 303. Namun Hubungan Ferdy Sambo tersangka otak pembunuhan Brigadir J dengan judi online ini belum bisa dibuktikan secara hukum, atau status hukum belum ada.

Yang ada hubungan sebab akibat melalui naluri kebatin, hubungan ini sudah nampak yaitu Ferdy Sambo tersangka dan ditahan lalu dimana-mana sekarang polisi melalui Kapolda masing-masing propinsi menangkap dan memburu praktek judi online tersebut.

Penulis selaku anak bangsa memberikan apresasi kepada penegak hukum yang menangkap dan memburu praktek judi online ini. Penulis melihat praktek judi online tersebut sudah meresakan dan mengkawatirkan Indonesia ini.

Dimana-dimana, semua daerah baik kota, kampung, nagari, desa sibuk dengan handphone androidnya, ternyata mereka sibuk main judi online, main kartu, main togel online dan sejenisnya untuk mendapatkan keberuntungan.

Prilaku masyarakat ikut judi online ini masuk kesemua lapisan yaitu anak pelajar, mahasiswa, emak-emak, bapak-bapak, kakek-kakek, dan orang umum lainnya. Ketika ditegur mereka yang main judi online tersebut, pasti akan menjawab "mau ngapain Kita lagi", lebih baik main ini bisa dapat dana, pulsa cuma-cuma.

Rusak mamang situasi akibat judi online tersebut. Penulis apresiasi kepada Polda yang memberantas penyakit masyarakat dengan kode 303. Apalagi di Sumbar, Penulis sangat berikan apresiasi pada Kapolda, Teddy, sikat semua judi online pak jendral.

Alhamdulillah Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Teddy Minahasa Putra menyatakan perang dengan praktik perjudian yang ada wilayah hukum polda setempat saat ini.

"Apakah itu judi online atau judi manual lainnya termasuk togel. Alhamdulillah hingga sampai hari ini tercatat 74 Laporan Polisi (kasus) penangkapan se-Sumatera Barat," ini ucapan kata Teddy Minahasa, di Padang, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Kapolda Sumbar menginstruksikan seluruh personel menegakkan hukum tegas terhadap seluruh bentuk praktik perjudian yang ada di Sumbar sejak tanggal 1 Agustus 2022 sampai prilaku judi itu habis.

Harapannya kepada Kita urang Sumbar, terutama urang yang ampek jini harus membantu Kapolda Sumbar. Ninik mamak, Alim ulama, cadiak pandai dan pemerintahan, sama-sama Kita bersih ranah Minangkabau ini dari judi, narkoba, dan lainnya untuk nilai-nilai "adat basandi syarak-syarak basandi kitabullah bisa tertanam diranah Bundo ini[*].

Senin, 08 Agustus 2022

"Jatuah Asok", Camat Payakumbuh Sumbar Dicopot karena Konten Citayam Fashion Week

"Jatuah Asok", Camat Payakumbuh Sumbar Dicopot karena Konten Citayam Fashion Week

Oleh :Labai Korok


Pejabat dan aparat sipil negara memiliki tangung jawab lebih sebagai contoh tauladan ditengah masyarakat. Apalagi posisi jabatan yang langsung berhubungan dengan pelayanan pengayom masyarakat. Barang tentu tata krama, sikap dan perbuatan memberikan nilai-nilai lebih yang sesuai dengan adat budaya setempat.

Kejadian ini menimpa pada salah satu Camat yang ada di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, info dari media sosial, sekarang viral masuk berita nasional yang beredar, ibu Camat ini dicopot dari jabatannya karena mengunggah konten catwalk (pamer jalan)

Ibu camat tersebut mengunggah video catwalk ala Citayam Fashion Week di media sosial miliknya yang dilakukan di Kota Payakumbuh yang memiliki nilai adat istiadat Islaminya sangat kental. Karena viral, video itu pun dikomentari oleh MUI Kota Payakumbuh akhirnya ibu Camat dipindahkan ke posisi baru.

Sikap ibu camat tersebut berdasarkan nilai-nilai pelayanan dan etika keminangkabauan yang menjunjung tinggi nilai-nilai "Adat Basandi Syara' - Syara' Basandi Kitabullah" sangat menyimpang atau bertentangan. Gaya ibu Camat seperti itu akan melahirkan budaya yang hedonis dan gelamor ditengah masyarakat.

Penulis melihat sikap pimpinan Pemkot Payakumbuh sudah tepat, ibu camat itu dimutasi ke posisi yang lebih baik, posisi yang bertugas menertibakan atau jabatan bertugas untuk melakukan penindakan pelangaran terhadap Perda - Perda yaitu jabatan sebagai Sekretaris Dinas Satpol PP Kota Payakumbuh dengan eselon yang masih sama, yakni eselon III A. 

Ternyata ibu camat itu namanya "jatuh asok", artinya walaupun posisi awalnya diberhentikan dengan kasus tik-tok yang melanggar kode etik budaya Minangkabau seperti pamer-pamer (Citayam Fashion Week) ditrotoar jalan tersebut meresahkan.

Sekarang ibu Camat itu bertugas menindak orang yang melanggar kode etik, menertipakan penyakit masyarakat seperti menangkap ASN berkeluyuran dan jalan ditrotoar disaat jam kerja, menangkap pekerja seks komersial, menangkap pasangan mesum ditengah kota dan pekerjaan mulia lainnya.

Penulis memberikan apresiasi kepada Walikota Payakumbuh yang memberikan sikap tegas agar kasus tik-tok meresakan tersebut tidak terjadi lagi. Walaupun sikap tegas itu dijalankan, namun sikap kemanusiaan juga dilakukan dengan tetap memberikan jabatan diposisi lebih baik untuk ibu camat ini untuk amalan pahala dunia dan akhirat[*].

Sabtu, 30 April 2022

Crazy Rich Minang Bangun Kampuang, Stop Pamer di Lebaran

Crazy Rich Minang Bangun Kampuang, Stop Pamer di Lebaran

Oleh : Labai Korok Piaman

Istilah crazy rich tentu sudah tidak asing di telinga Kita semua. Apalagi baru-baru ini ada crazy rich yang bangun jalan dikampungnya untuk pulang berlebaran. Ada juga beberapa orang dengan label crazy rich yang apes ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan oleh kepolisian.

Andaikan pembaca mau tahu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, crazy rich artinya super kaya. Julukan ini biasanya ditujukan untuk pengusaha, artis, sosialita, hingga pejabat-pejabat mendapatkan julukan crazy rich untuk menggambarkan seberapa kaya mereka.

Secara khusus, julukan crazy rich dialamatkan pada orang-orang dengan kekayaan berlimpah yang memiliki berbagai bisnis, rumah dan mobil mewah, usaha lain, hingga mereka yang sering memamerkan gaya hidup khas kalangan kelas atas.

Penulis yakini bahwa orang Minangkabau banyak yang crazy rich. Saat lebaran, 2022 nanti banyak yang pulang kampung karena sudah dua tahun lebih tidak bisa pulang kampung ke ranah minang akibat pandemik covid-19.

Pertanyaan apakah mereka pulang kampung untuk berlebaran sekedar memamerkan kekayaan dengan mobil mahal, pesawat jet pribadi, dan gaya-gayaan gelamor lainnya. Atau pulang dengan niat mulya seperti bersilaturahim dan berniat membangun kampung dengan label crazy rich dan kekayaanya yang dimilikinya.

Penulis berharap crazy rich yang pulang kampung untuk barayo, lebaran harus juga berpikir untuk membangun kampung, membantu dunsanak handai tolan dikampungnya seperti yang dilakukan Joko Suranto, "Crazy Rich" Grobogan. 

Joko Suranto (53), crazy rich Grobogan yang membangun jalan dengan dananya pribadi sepanjang 1,8 km di desanya, yakni Desa Jetis, Kecamatan Karangrayung, Grobogan, pulang kampung ke Grobogan, Jawa Tengah.

Pengerjaan pembangunan jalan tersebut hanya memakan waktu delapan hari. Joko Suranto memakai dananya pribadi untuk membangun jalan dikampungnya tersebut karena sudah puluhan tahun tidak pernah diperbaiki Kepala Daerah di Jawa Tengah. Aksinya itu didasarkan atas rasa keprihatinan dan kemanusiaan.

Penulis juga berharap agar crazy rich ranah Minangkabau yang pulang ribuan atau jutaan orang nanti juga meniru gayanya Joko Suranto tersebut, nyampe dikampung nanti mari bangun fasilitas umum dengan dana pribadi.

Bangun kampung secara bersama-sama dikalangan crazy rich ranah minang tersebut secara badoncek, ikut sekaki memperbaiki fasilitas kampung seperti jalan, sarana irigasi, jembatan, fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainya agar lebih layak untuk kebaikan kampung.

Jangan crazy rich yang pulang kampung hanya menambah penderitaan masyarakat kampung, yang hari ini belum bisa merasakan pembangunan oleh kepala daerah. Pulang kampung sekedar pamer-pamer, bergaya-gaya untuk menambah pengakuan status crazy rich dikampung halaman.

Penutup tulisan ini, crazy rich ranah minang itu sangat banyak, dimana-mana dirantau akan ditemukan crazy rich asal minang, tapi crazy rich yang peduli kekampung, menurut Penulis seperti Joko Suranto tidak ada, yang ada crazy rich asal minang sekedar investasi jika ada keuntungan dan populer politik, itupun jumlah orangnya kecil 0,01% dari crazy rich Minang yang ada[*].

Kamis, 28 April 2022

Budaya Lebaran Minang (Barayo), Anak Mudo - Mudo Kampuang

Budaya Lebaran Minang (Barayo), Anak Mudo - Mudo Kampuang

Oleh : Labai Korok Piaman

Alm KH. Zainudin MZ yang mengatakan semua orang boleh lebaran, yang puasa boleh lebaran, yang ungkang-ungkang gak puasa juga boleh lebaran, bahkan yang bukan non muslim pun boleh lebaran, itulah dinamakan budaya kebiasaan lebaran.

"Tapi tidak semua orang bisa & boleh merasakan Hari Raya Idul Fitri, sebab syarat seseorang memperoleh sertifikat Hari Raya Idul Fitri itu harus menyempurnakan bilangan puasa Ramadhannya (bisa 29, bisa 30 hari) dan kemudian mengagungkan Takbir (Hari Raya)", ungkap beliau saat menjelaskan maksud ayat 185 pada Q.S Al-Baqarah dalam ceramahnya.

Jadi bisa disimpulkan budaya lebaran menurut Penulis adalah perayaan kemeriahan setelah Puasa Ramadan. Perayaan lebih secara fisik dan sosial dari turun temurun di Ranah Minang seperti dengan mudik, bermaaf-maafan, hiburan, berpakain baru dan tradisi lainnya.

Namun yang namanya urang awak, budaya Lebaran Minang (Barayo) itu sebuah magnet terbesar dalam kehidupan dikampung, akhirnya orang pun rantau taragak pulang untuk Barayo. Penulis mencoba mengupas budaya Barayo khusus urang (anak) mudo Piaman atau Minangkabau secara umum. Kebiasan anak muda Piaman menikmati kehidupan Hari Raya Idul Fitri (Ied).

Perlu diketahui bahwa kehidupan budaya Piaman sangat khas, disaat menikmati kehidupan  hiruk pikuk hari lebaran Ied. Yang diistilahkan urang Piaman yaitu "Barayo" atau budaya rutinitas kehidupan saat Ied.

Budaya Barayo Piaman itu diawali dengan setelah pelaksanaan ritual ibadah maka biasanya anak padusi (perempuan) lah balaki (bersuami). Bagi para menantu perempuan akan pergi bersilaturahim kerumah mertua ditemani oleh suami, beserta anak-anak atau dilaksanakan dengan rombongan keluarga. 

Begitu juga, anak mudo-mudo baik laki-laki atau perempuan pasti Barayo mengunjungi tempat wisata dengan memakai fasiltas baru seperti mobil baru, pakaian baru, pernak pernik baru. Untuk lebaran dan Pai Barayo tersebut serba baru karena Budaya Barayo identik dengan hal-hal serba baru.

Seperti biasa, saat malam 1 Syawal ada beberapa tempat diadakan Takbiran Keliling dengan memakai obor. Setelah selesai Sholat Ied, malamnya masyarakat terkhusus para pemuda melakukan kegiatan acara halal bi hallal dengan mengundang musik gambus atau terkadang ada orgen tunggal dikampung bersama perantau dan semua anak nagari sambil mengumpulkan dana pembangunan nagari.

Selain itu budaya Barayo urang mudo Piaman juga dilakukan dengan cara pergi berkunjung kerumah istri anak mudo yang belum genap 1 tahun pernikahannya. Yaitu anak mudo baru menikah namun saat ini jatun hari rayo Ied pertama yang dilaluinya. Maka seluruh anak mudo bersama Pai Barayo kerumah istrinya tersebut.

Kebiasaan pergi Barayo kerumah mertua penganten baru tersebut dilakukan bergiliran setiap hari. Jika banyak pasangan penganten baru tersebut maka jadwal diatur. Hari ini barayo kerumah si midun, besok rumah si udin besok lagi, dan besok lagi. Pokoknya setiap hari semua anak mudo melakukan kebiasan tersebut.

Terkadang budaya barayo karumah urang babaru-baru (pasangan penganten) tersebut sudah disusupi budaya negatif asing dan aseng seperti ada hiburan orgen atau dihibur dengan adanya minuman-minuman beralkohol yang bisa memabukan anak mudo tersebut.

Budaya barayo ini sangat dinikmati oleh anak-anak mudo Piaman. Setelah itu biasanya budaya barayo ini ditutup dengan "bagadang malam" (acara hiburan makan-makan bersama) dengan bakar ikan, ayam, kambing dan lainnya. Bagadang malam semua anak mudo hadir baik yang pulang rantau maupun yang dikampuang. Pesta pora.

Barayo urang mudo Piaman memang menghasilkan, itu yang Penulis rasakan. Namun barayo ditahun 1443 H ini perlu ditinggalkan kebiasaan budaya lamo sepertinya, walaupun itu payah/susah. 

Barayo tahun ini perlu dibuat budaya barayo model baru yang perlu dinikmati agar kegembiraan dan kebahagian disaat fitri ini tetap ada. Barayo lah dengan kesederhanaan dan penuh hikmat, utamakan ibadah dari pada budayanya[*].
Safari Ramadhan PWS Sumbar di Musholla Nurul Ikhlas Koto Baru Tanah Datar

Safari Ramadhan PWS Sumbar di Musholla Nurul Ikhlas Koto Baru Tanah Datar

Oleh : Hendri Gunawan, S.Pdi


Di penghujung bulan Ramadhan 1443 H ini, Safari Ramadhan yang dilakukan oleh Ketua Umum Paguyuban Warga Sunda (PWS) Sumbar Ir. H. Maman Sudarman, MM, diundang oleh DPC Paguyuban Warga Sunda (PWS) Koto Baru dan PWS Kabupaten Tanah Datar dan di hadiri oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra. 

Dalam Safari Ramadhan yang dilakukan oleh Paguyuban Warga Sunda (PWS) Sumbar didampingi oleh Dewan Pengaping/Pendamping/Pengawas, DR. Didin Tohidin, dan Juga Sekretaris Eksekutif Paguyuban Warga Sunda (PWS), Hendri Gunawan, S.Pdi.

Kunjungan Tim Safari Ramadhan hadir berbuka bersama dengan Pengurus DPC Paguyuban Warga Sunda (PWS) DPD Peguyunan Warga Sunda (PWS) Koto Baru, dan Shalat Maghrib, Isya dan Tarawih berjama'ah  yang di Imami oleh Kadis Sosial Tanah Datar Efrizon. Ceramah/Tausyiah di sampaikan oleh Kabag Kesra Dadan Hendarsyah. Kegiatan ini juga oleh Tim Safari Ramadhan Pemkab Tanah Datar, yang terdiri dari Kabag Kesra Dadan Hendarsyah, Kadis Sosial Efrizon, Kadis Perkim LH Nofi Hendra, Plt. Kadis Pertanian Sri Mulyani, Kadis PUPR Bapak Thamrin, Prokopim dan juga Anggota Legislatif dari Fraksi Demokrat Syafril, yang diperkenalkan langsung oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra.

Dalam sambutannya Perwakilan PWS Koto Baru berharap bisa mengakses Program-Program Unggulan di bidang Pertanian, Peternakan, UMKM, Agama, Pendidikan. Bahkan Perwakilan PWS Koto Baru juga menyampaikan curahan hati kepada Bupati Eka Putra Bupati tentang  keadaan ekonomi masyarakat Koto Baru umumnya khususnya warga PWS yang ada di Koto Baru. Perwakilan PWS Koto Baru juga berharap agar anak - anak mereka dapat mengenyam pendidikan yang layak, tidak seperti orang tuanya hanya lulusan SD dan SMP, itupun yang sampai sarjana bisa dihitung dengan jari. Ini nyata terjadi, maka hal tersebut agar tidak terjadi lagi di masa yang akan datang, untuk pendidikan agar menjadi prioritas.

Program Unggulan Bupati Tanah Datar terkait dengan UMKM untuk Pinjaman Pembiayaan KUR di Bank Nagari dengan margin 3 % pertahun dengan plafond pembiayaan yang di salurkan sebesar 10 juta untuk perorangan ini untuk kemudahan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Kabupaten Tanah Datar terutama masyarakat Koto Baru dan khusus warga PWS yang di dampingi oleh Camat Koto Baru permudah proses dan tanpa agunan yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat Koto Baru secara luas, dan secara khusus oleh Paguyuban Warga Sunda (PWS) Koto Baru dan Kabupaten Tanah Datar, program unggulan lainnya seperti pertanian dan peternakan juga menjadi prioritas bahkan untuk program peternakan di luncurkan asuransi ternak, ini sangat menarik bagi masyatakat program unggulan di bidang peternakan dibentuknya kelompok tani dan kelompok lainnya, untuk mendapatkan bantuan stimulan dari pemerintah dan dana pokir atau hibah sebagai penopang program tersebut.

Diperkuat juga oleh Ketua Umum Paguyuban Warga Sunda, Bapak Ir. H. Maman Sudarmam, MM, warga PWS yang terdiri dari 68.000 sesumbar tercatat di disdukcapil, yang paling banyak di daerah Kota Padang dan Dharmasraya, dan Sumber Daya Manusia yang ada di Tanah Datar dilingkungan Pemkab bisa dimaksimalkan oleh Bapak Bupati untuk membantu program unggulannya, dan kelengkapan alat dari SPD jadi Kepala Dinas hendaknya ungkap Ketua PWS Sumbar, pengharapan ini juga di sambut hangat oleh Bupati Tanah Datar, dengan penyampaian sambutan di program unggulan, terutama di bidang pendidikan beliau menyatakan bahwa tidak ada lagi anak putus sekolah di Kabupaten Tanah Datar, termasuk Koto Baru, program unggulan lainnya seperti keagamaan yang mana programnya satu rumah 1 orang hafiz Qur'an.

Di penghujung acara Bapak Bupati Kabupaten Tanah Datar memberikan bantuan dana sebesar 10 juta untuk Musholla, dan seperangkat buku fiqih, berakhir nya acara tersebut warga PWS Koto Baru Khusus, sangat senang dan bangga telah di support oleh Kepala Daerah nya Bapak Eka Putra, semoga bermanfaat bagi warga PWS Koto Baru dan Sekitarnya, terutama Musholla Nurul Ikhlas bisa berkembang dengan baik, untuk program keagamaannya, memiliki program unggulan pula hendaknya, bersinergi dengan Pemerintahan Kabupaten[*]

Senin, 18 April 2022

Perantau Pulang Kampung, Hari Rayo Kebersamaan Sumbar

Perantau Pulang Kampung, Hari Rayo Kebersamaan Sumbar

Oleh : Labai Korok Piaman



Sejarah pulang kampung urang Minangkabau di hari raya (Idul Fitri/Idul Adha) itu ada dua yaitu pulang taragak jo kampuang, jo keluarga dan handai tolan (pulang kampung bahari rayo). Atau pulang habih kekampung di hari rayo (pulang kampuang dak babaliak lai ka rantau).

Kedua pulang kampung perantau Sumbar itu akan terjadi disaat kehidupan paska pandemik covid-19 dan saat kondisi ekonomi Nusantara sedang krisis, disaat semua harga-harga naik, serta kebutuhan bahan pokok meningkat dan bahan kehidupan lain langka di kota-daerah tempat merantau.

Alhamdulillah, secara formal pulang bahari rayo perantau untuk berwisata sudah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar Rapat Koordinasi dalam rangka kesiapan menghadapi mudik Hari Raya Idul Fitri 1443 H/2022 M

Dalam rapat minggu kemarin itu, Gubernur Sumbar sudah disampaikan dalam berita media cetak dan elektronik dijelaskan bahwa "Agenda utama pada rakor ini adalah membahas berbagai persiapan segala sektor yang ada di Provinsi Sumbar, khususnya menyambut sekitar 1,8 juta perantau yang akan pulang kampung".

Gubernur menjelaskan bahwa, "Dalam rangka menyambut itu semua, perlu dipersiapkan segala sesuatunya menghadapi kunjungan lebaran oleh perantau, wisatawan dan bagi yang mengambil cuti lebaran untuk pulang ke Ranah Minangkabau".

"Juga saya minta kepada OPD terkait, agar mengkoordinasikan dengan semua pihak terkait untuk menertibkan semua peminta sumbangan di jalan raya dengan dalih apapun yang mengganggu perjalanan", ungkap Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi saat memimpin Rapat.

Semua OPD terkait diinstruksikan agar paling lambat tanggal 18 April 2022 telah berkoordinasi dengan Kabupaten dan Kota dan telah ada hasil kongkritnya untuk kesiapan penyambutan perantau.

Khusus kepada Dinas BMCKTR (Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang) agar memperbaiki jalan yang rusak dan menyiapkan alat-alat berat di titik-titik yang berpotensi longsor.

"Termasuk juga merapikan jalan di sepanjang kewenangan kita, kalau bisa di setiap perbatasan dibersihkan, kapan perlu dibuat ucapan selamat datang dengan spanduk di semua perbatasan Sumatera Barat, sehingga perantau merasa senang dan nyaman pulang ke Sumbar", kata Gubernur.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumbar dan jajaran membuat langkah-langkah itu, barang tentu seperti yang Penulis jelaskan diatas tadi, ini adalah langkah untuk perantau pulang kampung dihari raya untuk bersenang-senanang atau bahari rayo.

Namun untuk perantau yang pulang habih ke kampuang dihari rayo, artinya perantau itu pulang kampung karena tidak ada lagi kehidupan dan peruntungan dirantau urang. 

Perantau ini pulang karena dirantau tidak mendapat penghidupan paska pandemik covid-19 terjadi dan kehidupan yang berat akibat semua kebutuhan hidup tinggi akibat himpitan ekonomi. Dan mereka tidak berbalik lagi kerantau paska lebaran hari raya.

Menurut Penulis agar adil maka Gubernur Sumbar dan Bupati, Walikota juga menyambut kedatangan para perantau yang pulang habih ke kampung dihari rayo ini dengan tangan terbuka, serta mencarikan solusi-solusi penghidupan baru dikampung melalu Program Unggulan daerah, yang mereka itu bisa mendapat kehidupan layak paska pulang habih, dalam kehidupan susah.

Penulis melihat dipelosok daerah se-Sumbar pulang habih perantau ini sudah terjadi disaat pandemik covid-19 terjadi. Namun kebiasaan urang Minangkabau agar jatuhnya tidak tertimpa tangga maka mereka ada yang memanfaatkan hari raya Idul Fitri ini untuk pulang kampung. Mari mereka juga disambut dengan tangan terbuka[*].

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done