Bernama.id - Bandar Lampung l Badan Semi Otonom (Basnom) HIPMI Syariah Badan Pengurus Daerah (BPD) Sumatera Barat menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi dan pengembangan ekonomi syariah nasional melalui partisipasi aktif pada Silaturahmi Nasional (Silatnas) Basnom HIPMI Syariah yang digelar di Bandar Lampung, Kamis (11/6/2026).
Dipimpin langsung oleh Ketua Basnom HIPMI Syariah BPD Sumatera Barat, Borry Fonanda, delegasi dari Ranah Minang hadir sebagai bagian dari rangkaian menuju Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI XVIII.
Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi nasional sekaligus ruang berbagi pengalaman dan capaian program kerja antar pengurus HIPMI Syariah dari seluruh Indonesia.
Kegiatan diawali dengan jamuan makan siang yang diselenggarakan oleh tuan rumah. Ketua Basnom HIPMI Syariah BPD Lampung, Ahmad Muqhis, menyambut hangat seluruh delegasi yang hadir.
Suasana penuh keakraban dimanfaatkan para peserta untuk mempererat silaturahmi sekaligus bertukar gagasan mengenai pengembangan ekosistem ekonomi syariah di berbagai daerah.
Silatnas juga dihadiri langsung oleh Ketua Basnom BPP HIPMI Syariah, TB. Iman Taufik, yang memberikan arahan mengenai penguatan peran pengusaha muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis syariah di tingkat nasional.
Delegasi Sumatera Barat hadir dengan formasi yang lengkap. Selain Borry Fonanda, turut mendampingi Ketua Bidang 1 Zulfiananda H. Fuad dan Ketua Bidang 8 M. Fachri Alrasyid. Kehadiran juga diperkuat oleh Dewan Pembina HIPMI Syariah Sumatera Barat, Musfi Yendra, yang memberikan dukungan serta pendampingan terhadap penguatan jejaring dan diplomasi ekonomi daerah di tingkat nasional.
Pada sesi utama, setiap Ketua BPD diberikan kesempatan mempresentasikan program kerja dan capaian organisasi sejak pelantikan.
Forum ini menjadi sarana evaluasi bersama sekaligus berbagi praktik-praktik terbaik yang dapat diadopsi oleh daerah lain.
Dalam pemaparannya, Borry Fonanda menjelaskan berbagai langkah konkret yang telah dilakukan Basnom HIPMI Syariah Sumatera Barat, terutama dalam memperkuat literasi keuangan syariah, membangun jejaring pengusaha muda, serta mendorong pengembangan ekosistem bisnis halal di daerah.
Forum ini membuktikan bahwa daerah terus bergerak dan berinovasi. Di Sumatera Barat kami berupaya membumikan ekonomi syariah hingga ke akar rumput. Melalui Silatnas ini, setiap daerah dapat saling belajar dan memperkuat kolaborasi sehingga program-program yang berhasil dapat direplikasi secara nasional.
“Sinergi seluruh bidang serta arahan Dewan Pembina Musfi Yendra menjadi fondasi penting agar program kerja kami tetap berjalan sesuai arah dan siap dikolaborasikan dengan BPP HIPMI,” ujar Borry Fonanda usai menyampaikan presentasi.
Berbagai gagasan dan rekomendasi yang muncul dalam Silatnas akan dirumuskan sebagai masukan strategis bagi Badan Pengurus Pusat HIPMI dalam menyusun arah kebijakan organisasi ke depan.
Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan program yang semakin inklusif dan berdampak luas bagi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Partisipasi aktif Basnom HIPMI Syariah BPD Sumatera Barat dalam forum nasional ini sekaligus menunjukkan kesiapan Ranah Minang untuk menjadi salah satu motor penggerak industri halal dan ekonomi syariah nasional melalui kolaborasi, inovasi, serta penguatan kapasitas pengusaha muda yang berdaya saing. ()