BERNAMA.ID: Sosial Budaya
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Agustus 2022

Kode 303 Jendral Sambo, Sikat Semua Judi Online, Penyakit Masyarakat Sumbar

Kode 303 Jendral Sambo, Sikat Semua Judi Online, Penyakit Masyarakat Sumbar

Oleh : Labai Korok

Jendral Ferdy Sambo dikait-kaitkan oleh netizen sebagai beking, pemegang konsorsium judi online dengan kode 303. Namun Hubungan Ferdy Sambo tersangka otak pembunuhan Brigadir J dengan judi online ini belum bisa dibuktikan secara hukum, atau status hukum belum ada.

Yang ada hubungan sebab akibat melalui naluri kebatin, hubungan ini sudah nampak yaitu Ferdy Sambo tersangka dan ditahan lalu dimana-mana sekarang polisi melalui Kapolda masing-masing propinsi menangkap dan memburu praktek judi online tersebut.

Penulis selaku anak bangsa memberikan apresasi kepada penegak hukum yang menangkap dan memburu praktek judi online ini. Penulis melihat praktek judi online tersebut sudah meresakan dan mengkawatirkan Indonesia ini.

Dimana-dimana, semua daerah baik kota, kampung, nagari, desa sibuk dengan handphone androidnya, ternyata mereka sibuk main judi online, main kartu, main togel online dan sejenisnya untuk mendapatkan keberuntungan.

Prilaku masyarakat ikut judi online ini masuk kesemua lapisan yaitu anak pelajar, mahasiswa, emak-emak, bapak-bapak, kakek-kakek, dan orang umum lainnya. Ketika ditegur mereka yang main judi online tersebut, pasti akan menjawab "mau ngapain Kita lagi", lebih baik main ini bisa dapat dana, pulsa cuma-cuma.

Rusak mamang situasi akibat judi online tersebut. Penulis apresiasi kepada Polda yang memberantas penyakit masyarakat dengan kode 303. Apalagi di Sumbar, Penulis sangat berikan apresiasi pada Kapolda, Teddy, sikat semua judi online pak jendral.

Alhamdulillah Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Teddy Minahasa Putra menyatakan perang dengan praktik perjudian yang ada wilayah hukum polda setempat saat ini.

"Apakah itu judi online atau judi manual lainnya termasuk togel. Alhamdulillah hingga sampai hari ini tercatat 74 Laporan Polisi (kasus) penangkapan se-Sumatera Barat," ini ucapan kata Teddy Minahasa, di Padang, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Kapolda Sumbar menginstruksikan seluruh personel menegakkan hukum tegas terhadap seluruh bentuk praktik perjudian yang ada di Sumbar sejak tanggal 1 Agustus 2022 sampai prilaku judi itu habis.

Harapannya kepada Kita urang Sumbar, terutama urang yang ampek jini harus membantu Kapolda Sumbar. Ninik mamak, Alim ulama, cadiak pandai dan pemerintahan, sama-sama Kita bersih ranah Minangkabau ini dari judi, narkoba, dan lainnya untuk nilai-nilai "adat basandi syarak-syarak basandi kitabullah bisa tertanam diranah Bundo ini[*].

Senin, 08 Agustus 2022

"Jatuah Asok", Camat Payakumbuh Sumbar Dicopot karena Konten Citayam Fashion Week

"Jatuah Asok", Camat Payakumbuh Sumbar Dicopot karena Konten Citayam Fashion Week

Oleh :Labai Korok


Pejabat dan aparat sipil negara memiliki tangung jawab lebih sebagai contoh tauladan ditengah masyarakat. Apalagi posisi jabatan yang langsung berhubungan dengan pelayanan pengayom masyarakat. Barang tentu tata krama, sikap dan perbuatan memberikan nilai-nilai lebih yang sesuai dengan adat budaya setempat.

Kejadian ini menimpa pada salah satu Camat yang ada di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, info dari media sosial, sekarang viral masuk berita nasional yang beredar, ibu Camat ini dicopot dari jabatannya karena mengunggah konten catwalk (pamer jalan)

Ibu camat tersebut mengunggah video catwalk ala Citayam Fashion Week di media sosial miliknya yang dilakukan di Kota Payakumbuh yang memiliki nilai adat istiadat Islaminya sangat kental. Karena viral, video itu pun dikomentari oleh MUI Kota Payakumbuh akhirnya ibu Camat dipindahkan ke posisi baru.

Sikap ibu camat tersebut berdasarkan nilai-nilai pelayanan dan etika keminangkabauan yang menjunjung tinggi nilai-nilai "Adat Basandi Syara' - Syara' Basandi Kitabullah" sangat menyimpang atau bertentangan. Gaya ibu Camat seperti itu akan melahirkan budaya yang hedonis dan gelamor ditengah masyarakat.

Penulis melihat sikap pimpinan Pemkot Payakumbuh sudah tepat, ibu camat itu dimutasi ke posisi yang lebih baik, posisi yang bertugas menertibakan atau jabatan bertugas untuk melakukan penindakan pelangaran terhadap Perda - Perda yaitu jabatan sebagai Sekretaris Dinas Satpol PP Kota Payakumbuh dengan eselon yang masih sama, yakni eselon III A. 

Ternyata ibu camat itu namanya "jatuh asok", artinya walaupun posisi awalnya diberhentikan dengan kasus tik-tok yang melanggar kode etik budaya Minangkabau seperti pamer-pamer (Citayam Fashion Week) ditrotoar jalan tersebut meresahkan.

Sekarang ibu Camat itu bertugas menindak orang yang melanggar kode etik, menertipakan penyakit masyarakat seperti menangkap ASN berkeluyuran dan jalan ditrotoar disaat jam kerja, menangkap pekerja seks komersial, menangkap pasangan mesum ditengah kota dan pekerjaan mulia lainnya.

Penulis memberikan apresiasi kepada Walikota Payakumbuh yang memberikan sikap tegas agar kasus tik-tok meresakan tersebut tidak terjadi lagi. Walaupun sikap tegas itu dijalankan, namun sikap kemanusiaan juga dilakukan dengan tetap memberikan jabatan diposisi lebih baik untuk ibu camat ini untuk amalan pahala dunia dan akhirat[*].

Sabtu, 30 April 2022

Crazy Rich Minang Bangun Kampuang, Stop Pamer di Lebaran

Crazy Rich Minang Bangun Kampuang, Stop Pamer di Lebaran

Oleh : Labai Korok Piaman

Istilah crazy rich tentu sudah tidak asing di telinga Kita semua. Apalagi baru-baru ini ada crazy rich yang bangun jalan dikampungnya untuk pulang berlebaran. Ada juga beberapa orang dengan label crazy rich yang apes ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan oleh kepolisian.

Andaikan pembaca mau tahu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, crazy rich artinya super kaya. Julukan ini biasanya ditujukan untuk pengusaha, artis, sosialita, hingga pejabat-pejabat mendapatkan julukan crazy rich untuk menggambarkan seberapa kaya mereka.

Secara khusus, julukan crazy rich dialamatkan pada orang-orang dengan kekayaan berlimpah yang memiliki berbagai bisnis, rumah dan mobil mewah, usaha lain, hingga mereka yang sering memamerkan gaya hidup khas kalangan kelas atas.

Penulis yakini bahwa orang Minangkabau banyak yang crazy rich. Saat lebaran, 2022 nanti banyak yang pulang kampung karena sudah dua tahun lebih tidak bisa pulang kampung ke ranah minang akibat pandemik covid-19.

Pertanyaan apakah mereka pulang kampung untuk berlebaran sekedar memamerkan kekayaan dengan mobil mahal, pesawat jet pribadi, dan gaya-gayaan gelamor lainnya. Atau pulang dengan niat mulya seperti bersilaturahim dan berniat membangun kampung dengan label crazy rich dan kekayaanya yang dimilikinya.

Penulis berharap crazy rich yang pulang kampung untuk barayo, lebaran harus juga berpikir untuk membangun kampung, membantu dunsanak handai tolan dikampungnya seperti yang dilakukan Joko Suranto, "Crazy Rich" Grobogan. 

Joko Suranto (53), crazy rich Grobogan yang membangun jalan dengan dananya pribadi sepanjang 1,8 km di desanya, yakni Desa Jetis, Kecamatan Karangrayung, Grobogan, pulang kampung ke Grobogan, Jawa Tengah.

Pengerjaan pembangunan jalan tersebut hanya memakan waktu delapan hari. Joko Suranto memakai dananya pribadi untuk membangun jalan dikampungnya tersebut karena sudah puluhan tahun tidak pernah diperbaiki Kepala Daerah di Jawa Tengah. Aksinya itu didasarkan atas rasa keprihatinan dan kemanusiaan.

Penulis juga berharap agar crazy rich ranah Minangkabau yang pulang ribuan atau jutaan orang nanti juga meniru gayanya Joko Suranto tersebut, nyampe dikampung nanti mari bangun fasilitas umum dengan dana pribadi.

Bangun kampung secara bersama-sama dikalangan crazy rich ranah minang tersebut secara badoncek, ikut sekaki memperbaiki fasilitas kampung seperti jalan, sarana irigasi, jembatan, fasilitas pendidikan dan fasilitas umum lainya agar lebih layak untuk kebaikan kampung.

Jangan crazy rich yang pulang kampung hanya menambah penderitaan masyarakat kampung, yang hari ini belum bisa merasakan pembangunan oleh kepala daerah. Pulang kampung sekedar pamer-pamer, bergaya-gaya untuk menambah pengakuan status crazy rich dikampung halaman.

Penutup tulisan ini, crazy rich ranah minang itu sangat banyak, dimana-mana dirantau akan ditemukan crazy rich asal minang, tapi crazy rich yang peduli kekampung, menurut Penulis seperti Joko Suranto tidak ada, yang ada crazy rich asal minang sekedar investasi jika ada keuntungan dan populer politik, itupun jumlah orangnya kecil 0,01% dari crazy rich Minang yang ada[*].

Kamis, 28 April 2022

Budaya Lebaran Minang (Barayo), Anak Mudo - Mudo Kampuang

Budaya Lebaran Minang (Barayo), Anak Mudo - Mudo Kampuang

Oleh : Labai Korok Piaman

Alm KH. Zainudin MZ yang mengatakan semua orang boleh lebaran, yang puasa boleh lebaran, yang ungkang-ungkang gak puasa juga boleh lebaran, bahkan yang bukan non muslim pun boleh lebaran, itulah dinamakan budaya kebiasaan lebaran.

"Tapi tidak semua orang bisa & boleh merasakan Hari Raya Idul Fitri, sebab syarat seseorang memperoleh sertifikat Hari Raya Idul Fitri itu harus menyempurnakan bilangan puasa Ramadhannya (bisa 29, bisa 30 hari) dan kemudian mengagungkan Takbir (Hari Raya)", ungkap beliau saat menjelaskan maksud ayat 185 pada Q.S Al-Baqarah dalam ceramahnya.

Jadi bisa disimpulkan budaya lebaran menurut Penulis adalah perayaan kemeriahan setelah Puasa Ramadan. Perayaan lebih secara fisik dan sosial dari turun temurun di Ranah Minang seperti dengan mudik, bermaaf-maafan, hiburan, berpakain baru dan tradisi lainnya.

Namun yang namanya urang awak, budaya Lebaran Minang (Barayo) itu sebuah magnet terbesar dalam kehidupan dikampung, akhirnya orang pun rantau taragak pulang untuk Barayo. Penulis mencoba mengupas budaya Barayo khusus urang (anak) mudo Piaman atau Minangkabau secara umum. Kebiasan anak muda Piaman menikmati kehidupan Hari Raya Idul Fitri (Ied).

Perlu diketahui bahwa kehidupan budaya Piaman sangat khas, disaat menikmati kehidupan  hiruk pikuk hari lebaran Ied. Yang diistilahkan urang Piaman yaitu "Barayo" atau budaya rutinitas kehidupan saat Ied.

Budaya Barayo Piaman itu diawali dengan setelah pelaksanaan ritual ibadah maka biasanya anak padusi (perempuan) lah balaki (bersuami). Bagi para menantu perempuan akan pergi bersilaturahim kerumah mertua ditemani oleh suami, beserta anak-anak atau dilaksanakan dengan rombongan keluarga. 

Begitu juga, anak mudo-mudo baik laki-laki atau perempuan pasti Barayo mengunjungi tempat wisata dengan memakai fasiltas baru seperti mobil baru, pakaian baru, pernak pernik baru. Untuk lebaran dan Pai Barayo tersebut serba baru karena Budaya Barayo identik dengan hal-hal serba baru.

Seperti biasa, saat malam 1 Syawal ada beberapa tempat diadakan Takbiran Keliling dengan memakai obor. Setelah selesai Sholat Ied, malamnya masyarakat terkhusus para pemuda melakukan kegiatan acara halal bi hallal dengan mengundang musik gambus atau terkadang ada orgen tunggal dikampung bersama perantau dan semua anak nagari sambil mengumpulkan dana pembangunan nagari.

Selain itu budaya Barayo urang mudo Piaman juga dilakukan dengan cara pergi berkunjung kerumah istri anak mudo yang belum genap 1 tahun pernikahannya. Yaitu anak mudo baru menikah namun saat ini jatun hari rayo Ied pertama yang dilaluinya. Maka seluruh anak mudo bersama Pai Barayo kerumah istrinya tersebut.

Kebiasaan pergi Barayo kerumah mertua penganten baru tersebut dilakukan bergiliran setiap hari. Jika banyak pasangan penganten baru tersebut maka jadwal diatur. Hari ini barayo kerumah si midun, besok rumah si udin besok lagi, dan besok lagi. Pokoknya setiap hari semua anak mudo melakukan kebiasan tersebut.

Terkadang budaya barayo karumah urang babaru-baru (pasangan penganten) tersebut sudah disusupi budaya negatif asing dan aseng seperti ada hiburan orgen atau dihibur dengan adanya minuman-minuman beralkohol yang bisa memabukan anak mudo tersebut.

Budaya barayo ini sangat dinikmati oleh anak-anak mudo Piaman. Setelah itu biasanya budaya barayo ini ditutup dengan "bagadang malam" (acara hiburan makan-makan bersama) dengan bakar ikan, ayam, kambing dan lainnya. Bagadang malam semua anak mudo hadir baik yang pulang rantau maupun yang dikampuang. Pesta pora.

Barayo urang mudo Piaman memang menghasilkan, itu yang Penulis rasakan. Namun barayo ditahun 1443 H ini perlu ditinggalkan kebiasaan budaya lamo sepertinya, walaupun itu payah/susah. 

Barayo tahun ini perlu dibuat budaya barayo model baru yang perlu dinikmati agar kegembiraan dan kebahagian disaat fitri ini tetap ada. Barayo lah dengan kesederhanaan dan penuh hikmat, utamakan ibadah dari pada budayanya[*].
Safari Ramadhan PWS Sumbar di Musholla Nurul Ikhlas Koto Baru Tanah Datar

Safari Ramadhan PWS Sumbar di Musholla Nurul Ikhlas Koto Baru Tanah Datar

Oleh : Hendri Gunawan, S.Pdi


Di penghujung bulan Ramadhan 1443 H ini, Safari Ramadhan yang dilakukan oleh Ketua Umum Paguyuban Warga Sunda (PWS) Sumbar Ir. H. Maman Sudarman, MM, diundang oleh DPC Paguyuban Warga Sunda (PWS) Koto Baru dan PWS Kabupaten Tanah Datar dan di hadiri oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra. 

Dalam Safari Ramadhan yang dilakukan oleh Paguyuban Warga Sunda (PWS) Sumbar didampingi oleh Dewan Pengaping/Pendamping/Pengawas, DR. Didin Tohidin, dan Juga Sekretaris Eksekutif Paguyuban Warga Sunda (PWS), Hendri Gunawan, S.Pdi.

Kunjungan Tim Safari Ramadhan hadir berbuka bersama dengan Pengurus DPC Paguyuban Warga Sunda (PWS) DPD Peguyunan Warga Sunda (PWS) Koto Baru, dan Shalat Maghrib, Isya dan Tarawih berjama'ah  yang di Imami oleh Kadis Sosial Tanah Datar Efrizon. Ceramah/Tausyiah di sampaikan oleh Kabag Kesra Dadan Hendarsyah. Kegiatan ini juga oleh Tim Safari Ramadhan Pemkab Tanah Datar, yang terdiri dari Kabag Kesra Dadan Hendarsyah, Kadis Sosial Efrizon, Kadis Perkim LH Nofi Hendra, Plt. Kadis Pertanian Sri Mulyani, Kadis PUPR Bapak Thamrin, Prokopim dan juga Anggota Legislatif dari Fraksi Demokrat Syafril, yang diperkenalkan langsung oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra.

Dalam sambutannya Perwakilan PWS Koto Baru berharap bisa mengakses Program-Program Unggulan di bidang Pertanian, Peternakan, UMKM, Agama, Pendidikan. Bahkan Perwakilan PWS Koto Baru juga menyampaikan curahan hati kepada Bupati Eka Putra Bupati tentang  keadaan ekonomi masyarakat Koto Baru umumnya khususnya warga PWS yang ada di Koto Baru. Perwakilan PWS Koto Baru juga berharap agar anak - anak mereka dapat mengenyam pendidikan yang layak, tidak seperti orang tuanya hanya lulusan SD dan SMP, itupun yang sampai sarjana bisa dihitung dengan jari. Ini nyata terjadi, maka hal tersebut agar tidak terjadi lagi di masa yang akan datang, untuk pendidikan agar menjadi prioritas.

Program Unggulan Bupati Tanah Datar terkait dengan UMKM untuk Pinjaman Pembiayaan KUR di Bank Nagari dengan margin 3 % pertahun dengan plafond pembiayaan yang di salurkan sebesar 10 juta untuk perorangan ini untuk kemudahan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Kabupaten Tanah Datar terutama masyarakat Koto Baru dan khusus warga PWS yang di dampingi oleh Camat Koto Baru permudah proses dan tanpa agunan yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat Koto Baru secara luas, dan secara khusus oleh Paguyuban Warga Sunda (PWS) Koto Baru dan Kabupaten Tanah Datar, program unggulan lainnya seperti pertanian dan peternakan juga menjadi prioritas bahkan untuk program peternakan di luncurkan asuransi ternak, ini sangat menarik bagi masyatakat program unggulan di bidang peternakan dibentuknya kelompok tani dan kelompok lainnya, untuk mendapatkan bantuan stimulan dari pemerintah dan dana pokir atau hibah sebagai penopang program tersebut.

Diperkuat juga oleh Ketua Umum Paguyuban Warga Sunda, Bapak Ir. H. Maman Sudarmam, MM, warga PWS yang terdiri dari 68.000 sesumbar tercatat di disdukcapil, yang paling banyak di daerah Kota Padang dan Dharmasraya, dan Sumber Daya Manusia yang ada di Tanah Datar dilingkungan Pemkab bisa dimaksimalkan oleh Bapak Bupati untuk membantu program unggulannya, dan kelengkapan alat dari SPD jadi Kepala Dinas hendaknya ungkap Ketua PWS Sumbar, pengharapan ini juga di sambut hangat oleh Bupati Tanah Datar, dengan penyampaian sambutan di program unggulan, terutama di bidang pendidikan beliau menyatakan bahwa tidak ada lagi anak putus sekolah di Kabupaten Tanah Datar, termasuk Koto Baru, program unggulan lainnya seperti keagamaan yang mana programnya satu rumah 1 orang hafiz Qur'an.

Di penghujung acara Bapak Bupati Kabupaten Tanah Datar memberikan bantuan dana sebesar 10 juta untuk Musholla, dan seperangkat buku fiqih, berakhir nya acara tersebut warga PWS Koto Baru Khusus, sangat senang dan bangga telah di support oleh Kepala Daerah nya Bapak Eka Putra, semoga bermanfaat bagi warga PWS Koto Baru dan Sekitarnya, terutama Musholla Nurul Ikhlas bisa berkembang dengan baik, untuk program keagamaannya, memiliki program unggulan pula hendaknya, bersinergi dengan Pemerintahan Kabupaten[*]

Senin, 18 April 2022

Perantau Pulang Kampung, Hari Rayo Kebersamaan Sumbar

Perantau Pulang Kampung, Hari Rayo Kebersamaan Sumbar

Oleh : Labai Korok Piaman



Sejarah pulang kampung urang Minangkabau di hari raya (Idul Fitri/Idul Adha) itu ada dua yaitu pulang taragak jo kampuang, jo keluarga dan handai tolan (pulang kampung bahari rayo). Atau pulang habih kekampung di hari rayo (pulang kampuang dak babaliak lai ka rantau).

Kedua pulang kampung perantau Sumbar itu akan terjadi disaat kehidupan paska pandemik covid-19 dan saat kondisi ekonomi Nusantara sedang krisis, disaat semua harga-harga naik, serta kebutuhan bahan pokok meningkat dan bahan kehidupan lain langka di kota-daerah tempat merantau.

Alhamdulillah, secara formal pulang bahari rayo perantau untuk berwisata sudah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar Rapat Koordinasi dalam rangka kesiapan menghadapi mudik Hari Raya Idul Fitri 1443 H/2022 M

Dalam rapat minggu kemarin itu, Gubernur Sumbar sudah disampaikan dalam berita media cetak dan elektronik dijelaskan bahwa "Agenda utama pada rakor ini adalah membahas berbagai persiapan segala sektor yang ada di Provinsi Sumbar, khususnya menyambut sekitar 1,8 juta perantau yang akan pulang kampung".

Gubernur menjelaskan bahwa, "Dalam rangka menyambut itu semua, perlu dipersiapkan segala sesuatunya menghadapi kunjungan lebaran oleh perantau, wisatawan dan bagi yang mengambil cuti lebaran untuk pulang ke Ranah Minangkabau".

"Juga saya minta kepada OPD terkait, agar mengkoordinasikan dengan semua pihak terkait untuk menertibkan semua peminta sumbangan di jalan raya dengan dalih apapun yang mengganggu perjalanan", ungkap Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi saat memimpin Rapat.

Semua OPD terkait diinstruksikan agar paling lambat tanggal 18 April 2022 telah berkoordinasi dengan Kabupaten dan Kota dan telah ada hasil kongkritnya untuk kesiapan penyambutan perantau.

Khusus kepada Dinas BMCKTR (Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang) agar memperbaiki jalan yang rusak dan menyiapkan alat-alat berat di titik-titik yang berpotensi longsor.

"Termasuk juga merapikan jalan di sepanjang kewenangan kita, kalau bisa di setiap perbatasan dibersihkan, kapan perlu dibuat ucapan selamat datang dengan spanduk di semua perbatasan Sumatera Barat, sehingga perantau merasa senang dan nyaman pulang ke Sumbar", kata Gubernur.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumbar dan jajaran membuat langkah-langkah itu, barang tentu seperti yang Penulis jelaskan diatas tadi, ini adalah langkah untuk perantau pulang kampung dihari raya untuk bersenang-senanang atau bahari rayo.

Namun untuk perantau yang pulang habih ke kampuang dihari rayo, artinya perantau itu pulang kampung karena tidak ada lagi kehidupan dan peruntungan dirantau urang. 

Perantau ini pulang karena dirantau tidak mendapat penghidupan paska pandemik covid-19 terjadi dan kehidupan yang berat akibat semua kebutuhan hidup tinggi akibat himpitan ekonomi. Dan mereka tidak berbalik lagi kerantau paska lebaran hari raya.

Menurut Penulis agar adil maka Gubernur Sumbar dan Bupati, Walikota juga menyambut kedatangan para perantau yang pulang habih ke kampung dihari rayo ini dengan tangan terbuka, serta mencarikan solusi-solusi penghidupan baru dikampung melalu Program Unggulan daerah, yang mereka itu bisa mendapat kehidupan layak paska pulang habih, dalam kehidupan susah.

Penulis melihat dipelosok daerah se-Sumbar pulang habih perantau ini sudah terjadi disaat pandemik covid-19 terjadi. Namun kebiasaan urang Minangkabau agar jatuhnya tidak tertimpa tangga maka mereka ada yang memanfaatkan hari raya Idul Fitri ini untuk pulang kampung. Mari mereka juga disambut dengan tangan terbuka[*].

Rabu, 30 Maret 2022

Ustadz Abdul Somad, Gubernur Sumbar Tetap Semangat Bank Nagari Syariah

Ustadz Abdul Somad, Gubernur Sumbar Tetap Semangat Bank Nagari Syariah

Oleh : Labai Korok Piaman


Ribuan jemaah memadati Masjid Raya Sumatera Barat dengan arsitektur terbaik dunia, mereka mendengarkan ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS), Alhamdulillah kedatangan UAS didampingi oleh Buya Mahyeldi, Gubernur Sumbar.

Kedatangan UAS Minggu, 27/03/2022 pukul 1600 WIB memberikan motivasi baru bagi ummat untuk menghadapi situasi dunia, negara dan daerah yang hari ini masih dilanda pandemi covid-19 dan berduka akibat gempa yang terjadi di Pasaman. 

Apalagi menghadapi pertarungan besar dan berat yaitu menjalankan Ibadah Puasa Bulan Ramadhan, dimana Bulan Ramadhan merupakan bulan yang ummat harus berjuang menahan nafsu, menahan makan minum, serta berjuang menjalankan nilai-nilai Islam (Syariat Islam)

Kedatangan UAS pun memberikan pencerahan dan motivasi kepada masyarakat Provinsi Sumatera Barat yang sedang berjuang membangun ekonomi Syariah, salah satunya juga adalah tekad Buya Mahyeldi menjadikan Bank Nagari menjadi Bank Umum Syariah milik daerah  Minangkabau.

Dari penyampaian UAS yang bisa juga dibaca dimedia online nasional, bahwa Ustadz Abdul Somad (UAS) menyebut, upaya mengkonversi Bank Nagari menjadi Bank Umum Syariah sebagai ujian iman bagi masyarakat Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Bank Nagari sebelumnya termasuk bank konvensional dan diubah menjadi Bank Syariah.

"Kalau kendala dari proses konversi ini adalah khawatir akan mengakibatkan kerugian maka ini adalah ujian bagi iman masyarakat Sumbar", kata UAS saat bersilaturahim dengan Gubernur Sumbar Mahyeldi.

Menurut UAS, jika iman sudah kuat maka tidak ada alasan untuk menunda meninggalkan sistem riba dan beralih ke sistem Syariah. "Mungkin yang takut rugi, yang takut jadi fakir jika memilih sistem syariah itu masih terbujuk rayuan setan yang disebut (dalam Alquran Surah) Al Baqarah 268 itu", kata UAS.

Dia mengemukakan, peralihan ke sistem Syariah tidak bisa dimulai dari atas, dengan menerbitkan Peraturan Daerah. Tetapi, sambung dia, hal itu harus dimulai dari kesadaran masyarakat di akar rumput.

UAS menyarankan Pemprov Sumbar menggandeng Tokoh Agama dan Majelis Taklim untuk mengkampanyekan manfaat ekonomi Syariah. Menurut UAS, kalau semua sudah bergerak, setiap masjid dan majelis keilmuan terus membahas ekonomi syariah, masyarakat bawah bisa mulai sadar. Lalu (masyarakat) menuntut untuk mengarah pada sistem syariah.

Dari kedatangan UAS ke Sumbar, memberikan harapan agar nilai Islam makin kuat, posisi Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi juga akan semakin bersemangat terus menjadi Sumbar Madani. Terima kasih UAS atas kunjungannya ke Ranah Minang [*].

Sabtu, 26 Maret 2022

Labai, Korok, Piaman, Gala Apo Tuu Joo?

Labai, Korok, Piaman, Gala Apo Tuu Joo?

Oleh : Bagindo Yohanes Wempi

Para sahabat, kawan, senior banyak yang bertanya, apa itu gala Labai Korok Piaman? Mengapa Penulis selalu mencantumkan inisial itu ketika memberikan pemikiran dalam setiap tulisan. Alhamdulillah, di Sabtu yang cerah ini biar Penulis menjelaskan agar pembaca bisa memahami dan bertambah wawasan ke Piaman.

Labai adalah salah seorang sosok perangkat keagamaan yang dinobatkan Syekh Burhanuddin dahulunya sebagai pelaksana ajaran Agama Islam. Ini salah satu strategi perjuangannya dalam melaksanakan ilmu agama ditengah kemenakan pada saat itu maupun sekarang.

Labai tersebut ada yang diangkat oleh nagari sebagai pemimpin surau. Maupun yang dinobatkan oleh penghulu sebagai perpanjangan tangannya, namun memiliki fungsi-fungsi sama. Antara lain, menjadi pimpinan dan penentu kebijakan pada suraunya, sekaligus berusaha menghidupkan suraunya itu.

Labai juga adalah suluh bendang dalam nagari, gelar Labai ini hanya ada di Minangkabau, kaum syatariah dan sangat erat dengan adat yang ada di daerah itu. Secara struktural di masyarakat korong, kampuang dan nagari gelar Labai di berikan kepada seseorang untuk mengurus masalah-masalah keagamaan di daerah itu yang bermukim disurau.

Gelar Labai adalah salah satu gelar yag telah diadopsi dari ide Syekh Burhanuddin dalam pemantapan pengembangan agama Islam. Menurut struktur sosial adat dalam nagari, bahwa setiap penghulu pucuk memiliki seorang Labai, tetapi tidak semua penghulu bawahannya yang mempunyai gelar seperti ini.

Setelah itu Korok, Lapau Piaman tempo dahulu, sekarang pun masih ditemukan, dipastikan tersedia ruangan tampek lalok (tempat tidur), lantai kayu, ditinggikan agak setengah meter dari permukaan lantai, letaknya disebelah bangunan lapau. Terutama lapaunya terbuat dari kayu berlantaikan tanah. Nah tempat tidur itu yang dikenal dengan Korok oleh Urang Piaman.

Dahulu di bawah era 90an tempat persingahan istirahat, tidur bagi laki-laki Piaman hanya dua, pertama Surau untuk anak mengaji sekaligus tempat tidur dan orang tuo-tuo tempat beribadah serta tidur. Kedua adalah Korok tempat beristirahatnya orang mudo-mudo, orang tuo yang belum tobat, malas beribadah.

Kedua tempat tersebut menjadi idola bagi laki-laki Piaman bermukim, beristirahat dan tinggal. Namun pada tulisan ini Penulis mengajak bercerita tentang Korok tadi. Bahwa Korok memiliki peran penting dalam kehidupan.

Korok merupakan tempat berlabuhnya laki-laki Piaman yang kesepian. Jika anak mudo yang sudah dewasa tapi belum dapat jodoh di sinilah tempat beliau tidur. Sedangkan kondisi tidur di rumah tak mungkin karena malu sama kakak perempuan, adik perempuan yang sudah meningkat dewasa. Maka Laki-laki Piaman di sini tempat tinggalnya di malam hari.

Korok juga menampung atau tempat laki-laki Piaman yang ditinggalkan istri (cerai, meninggal). Sebelum laki-laki Piaman ini dapat jodoh baru maka di sinilah beliau tinggal, terkadang baju untuk pakaian pun ditarok di belakang korong, rata-rata korong pakai dinding seperti kamar segi empat.

Selanjutnya laki-laki Piaman yang tidur di korok adalah laki-laki yang istilah Piamannya “kandang sedang baluluak” atau laki-laki Piaman yang sedang bertengkar dengan istri, lalu meninggalkan rumah, sebelum rujuk/baikan suami-istri tersebut maka Laki-laki Piaman tersebut tinggal di korok.

Korok Lapau memang sangat sepesial bagi orang/laki-laki Piaman, seperti dijelaskan di atas, sangat membantu laki-laki Piaman yang sedang kesepian, merana, marando, begitulah budayanya Korok. Namun Korok juga bisa tempat persinggahan para saudagar/pedagang yang sedang dalam pejalanan jauh.

Itulah diantara uraian penjelasan Labai dan Korok Piaman, semoga pembaca bisa memahami apa itu labai Korok Piaman. Penulis mendapatkan gala tersebut dari Inyiak Katik Tirai sewaku bayi, waktu itu amak acok meletakan Penulis dikorok lapau ketika melayani pembeli dilapau Kami tinggal[*].

Minggu, 13 Maret 2022

Timbo Abu, Aksi Bhakti Untuk Negeri Tembus Medan Sulit

Timbo Abu, Aksi Bhakti Untuk Negeri Tembus Medan Sulit


Bernama.id - Pasaman Barat l "Timbo Abu itu menurut ninik kami adalah timbunan abu. Daerah di kaki Gunung Talamau ini asalnya dari timbunan abu", ujar Hasan Basri warga Jorong Timbo Abu Nagari Persiapan Timbo Abu, Kajai Talamau Pasaman Barat, Ahad, 13 Maret senja kepada tim aksi Bhakti Untuk Negeri, JPS bersama Mitra dan Tokoh Peduli Pelajar Tanah Bencana. 

Konon timbunan abu itu terjadi setelah dulunya Gunung Pasaman meletus dan abunya menimbun daerah ini. 

"Timbo Abu daerah yang subur", ujar Hasan. 
Tapi, Jumat pagi 25 Februari 2022 bumi berguncang, gempa berkekuatan 6,2 lalu diupgrade BMKG menjadi 6,1 skala richter meluluhkantakan kesuburan Timbo Abu itu. 

Dan yang ada adalah nestapa berkepanjangan, warga tidur di tenda dan anak-anak trauma melihat rumah hancur, timbo abu saat ini telah menjadi timbunan duka. 

Gempa bumi Pasaman telah meluluhlantakan semua, Timbo Abu diakses pun ngeri. Ada 19 lebih titik rawan longsor dari Simpang Empat ke simpang menuju Timbo Abu. 

"Medannya berat dan sulit, ada ancaman longsor badan jalan, apalagi kami menempuhnya saat hujan deras menerpa Kajai Pasaman Barat," ujar pemilik mimbarnasional.com Almudazir yang menjadi bagian inti Tim Aksi Bhakti Untuk Negeri JPS bersama tokoh 'Peduli Pelajar Bencana Tanah Bencana'. 

Tidak saja ngeri tapi juga kesedihan membathin siapa saja melintasi jalan raya Kajai ke arah Talu.

"Rumah roboh berganti dengan tenda Kemensos Hadir dan banyak lagi yang menjadi pemandangan menyedihkan siapa menyaksikan kegaharan dampak gempa bumi Jumat pagi itu," ujar Pemred Seputar Sumbar Robby Cahyadi. 

Tapi owner beberapa media online Sumbar Adrian Toaik mengatakan tugas dan amanah mengantarkan bantuan untuk pelajar daerah bencana harus tuntas. 

"Satu tagline kami dalam  aksi Bhakti Untuk Negeri yaitu berpantang pulang sebelum bantuan tuntas dibagikan," ujar Toaik. 

Hujan lebat, ruas jalan terancam longsor menjadi tantangan sendiri bagi 13 orang Tim Aksi Bhakti Untuk Negeri JPS bersama Mitra dan Tokoh yang Minggu pagi dilepas Wakil Gubernur Sumbar  Audy Joinaldy bersama Anggota DPRD Sumbar HM Nurnas. 

"Ngeri dan sedih diperjalana itu terobati ketika sampai di Mudiak Simpang Timbo Abu puluhan anak-anak telah menanti. Anak-anak daerah episentrum tengah lakukan trauma healing," ujar Korlap Aksi Mona Sisca. 

Aksi bertajuk bangkit pelajar tanah bencana itu juga dibantu oleh Bamus Nagari Persiapan Timbo Abu dan Ilhmsyah Mirman  founder Ranah Rantau Cirkle. 

"Awalnya kita mau bikin trauma healing dan menyambut tim dari JPS di luar tenda tapi hujan deras. Saya juga ragu apa tim JPS bisa tembus Timbo Abu, Allhamdulillah sekitar pukul 16.00 Wib tim sampai ke Timbo Abu dan bagikan paket sekolah kepada siswa di Mudiak Simpang. 

Syahdan pelajar kelas 1  terlihat pede menerima tas dan peralatan sekolah yang diamanahkan donatur Bhakti Untuk Negeri kepada JPS untuk disalurkan. 

"Terima kasih pak, Syahdan mau sekolah lagi, tas nya baguss pak,"ujar Syahdan. 

Aksi berakhir jelang kumandang adzan magrib, Timbo Abu punya semangat bangkit, semoga pas takbir idul fitri mendatang tak satu pun warga Timbo Abu dan Kajai Pasaman tidur di atas tanah. 

"Pak Bupati Hamsuardi sudah mencanangkan Perumahan Transisi Mandiri. Dan beliau (Hamsuardi) bertekad sebelum Takbir Idul Fitri berkumandang tak ada warga korban gempa Pasaman Barat tidur di atas tanah lagi," ujar Ujeng Kepala Markas PMI di Pasaman Barat. (***)

Senin, 07 Maret 2022

LKAAM Sumbar Haramkan Menteri Agama, Bantuan Gempanya Diterima

LKAAM Sumbar Haramkan Menteri Agama, Bantuan Gempanya Diterima

Oleh : Labai Korok Piaman

Filosofi Minangkabau berbunyi "berang ka mancik jan lo lumbuang dibakar" artinya dengan  pernyataan LKAAM Sumbar mengharamkan Menag Yaqut Cholil Qoumas menginjakkan kaki ditanah Minangkabau cukup tujuan, marahnya kepersonal Yaqut saja. Jangan lembaga Kementrian Agama yang dirusak atau ditolak bantuanya.

Prinsip diatas hari kemarin sudah dilakukan atau dinyatakan secara tersirat oleh Ketua Umum LKAAM Sumbar, bahwa Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Provinsi Sumbar bersama Niniak Mamak menyampaikan melalui media, tidak pernah menolak bantuan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berkaitan dengan musibah gempa bumi di Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat.

Nah ini langkah maju menurut Penulis bahwa LKAAM Sumbar ternyata hanya mengharamkan personal Yaqut saja menginjak kakinya diranah Minangkabau. Dalam diskusi advokat bicara, Fauzi Bahar tegas jika Yaqut ke ranah Minang akan diusir, sampai ke Bandara Internasional Minangkabau pun tak bisa.

Ketagasan Ketua Umum LKAAM Sumbar sangat Penulis hargai, acungkan cap jempol, namun Penulis berpikiran sampai kapan ketegasan ini dipertahankan, Jawabanya dalam dialog PadangTv tersebut sudah dijelaskan, sampai Yaqut minta maaf dan mengklarifikasi pernyataannya.

Andaikan Yaqut sang Mentri tidak mau minta maaf, atau tidak mau secara personal Yaqut mengklarifikasi tentang tuntutan LKAAM Sumbar tersebut. Berarti barang tentu tidak akan ada ujung pangkal penyelesaiannya keputusan LKAAM Sumbar tersebut.

Pada tulisan ini Penulis sarankan selaku anak kemenakan dan pernah juga menjadi Ketua Bidang Litbang Pengurus LKAAM Kabupaten Padang Pariaman tahun 2008 kepada pengurus LKAAM Sumbar agar persolan Yaqut ini dituntaskan "kegunjaiannya".

Jika persolan ini tidak selesai sampai "kegunjaiannya" atau kehasilannya, ini akan menjadi preseden buruk bagi Sumatera Barat kedepan. Penulis tahu betul bahwa penguasa pusat (Istana Jakarta) ini sangat berharap LKAAM Sumbar menjadi penyeimbang ketika partai oposisi, kadernya berkuasa dipemerintahan Sumatera Barat.

Sekarang menurut Penulis LKAAM Sumbar harus menyelesaikan permasalahan ini memakai prinsip penyelesaian masalah di Minangkabau yang terkenal dengan filosofi, "indak ado kusuik nan ndak salasai, indak ado karuah nan indak janiah, kusik bulu paruah nan manyalasaikan, kusuik banang dicari ujuang jo pangka, kusuik rambuik dacari sekek jo minyak, kusuik sarang tampuo api manyalasaikan, kusuik nan kamanyalasaikan, kuruah nan kamanjaniahkan".

Artinya, saatnya LKAAM Sumbar berinisiatif, turun gunung dengan kemampuan untuk menyelesaikan semua permasalahaan yang dihadapi, baik masalah ringan dan masalah berat termasuk permasalah haram bagi Yaqut tersebut.

Ketua Umum LKAAM dan jajarannya menurut Penulis tidak sekedar membuat keputusan yang "bakunci mati" tapi menurut Penulis harus dapat ikut juga mencari solusi bagaimana permasalahan Yaqut ini tidak berefek terhadap perhatian pusat ke Sumatera Barat kedepan.

Secara logika tidak mungkin menterinya diharamkan tapi dana atau sumbangannya diterima. Coba nanti ketersinggungan situasi menjadi permasalahan sampai 2024, andaikan Presiden tidak menganti Menteri Agama, maka bisa jadi bantuan untuk Sumbar dikurangi, dimana sekarang tahun 2022 bantuan aliran dana juga sudah berkurang.

Tulisan ini hanya pemikiran Penulis agar Ketua Umum LKAAM Sumbar mencoba mencarikan solusi untuk permasalah Yaqut ini. Jan sampai semua "dikunci mati", karena LKAAM Sumbar pada dasarnya diharapkan sebagai "sitawa sidingin dalam perpolitikan Sumbar disaat penguasa Sumbar termasuk bagian oposisinya nasional[*].

Kamis, 03 Maret 2022

Kolaborasi Relawan PKS dan Masyarakat Bersihkan Mesjid Raya Kajai Pasaman

Kolaborasi Relawan PKS dan Masyarakat Bersihkan Mesjid Raya Kajai Pasaman

Bernama.id - Kajai l Puluhan Relawan Partai Keadilan Sejahtera Sumatera Barat bersatu padu membereskan puing Mesjid Raya Kajai yang hancur akibat gempa bumi 25 Februari 2022 lalu. DPW PKS Sumatera Barat mendatangkan 1 unit eskavator untuk memudahkan clearing Mesjid Raya Kajai, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat.

Sekretaris DPW PKS Sumatera Barat Rahmat Saleh mengungkapkan bahwa, pengerjaan clearing puing Mesjid terbesar di Nagari Kajai ini, berkat kolaborasi semua elemen masyarakat. " Ada seorang pengusaha di Pasaman meminjamkan alat berat, kemudian kader PKS membantu dalam merapikan puing dan membayar semua operasional mesin eskavator selama pembersihan. Semua berjalan atas kolaborasi masyarakat, kader PKS dan iuran Anggota DPRD PKS se - Sumatera Barat dalam Aksi PKS Peduli Gempa Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat",
ujar Rahmat Saleh di sela - sela pembersihan Mesjid Raya Kajai pada Kamis, 3/3/2021.
Pembersihan diprediksi berlangsung sampai 5 hari ke depan, dan aksi relawan PKS selanjutnya akan dilanjutkan membantu warga dalam hal clearing rumah yang hancur. Selain puluhan Relawan PKS laki-laki berseragam orange, juga terlihat puluhan Relawan PKS perempuan yang sibuk lalu lalang di Dapur Umum PKS yang menyiapkan makanan untul para Relawan yang bukan hanya berasal dari kader PKS. (rel/Arif)

Rabu, 02 Maret 2022

Anggota DPRD PKS se - Sumatera Barat Potong Gaji untuk Bencana Gempa Pasaman dan Pasaman Barat

Anggota DPRD PKS se - Sumatera Barat Potong Gaji untuk Bencana Gempa Pasaman dan Pasaman Barat

Bernama.id - Padang l Ketua DPW PKS Sumatera Barat   Mahyeldi menginstruksikan  seluruh Anggota DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota dan Pejabat Publik (Bupati/Wakil Bupati/Walikota/Wakil Walikota) yang berasal dari PKS untuk melaksanakan pemotongan gaji Bulan Maret 2022 untuk disumbangkan kepada korban musibah gempa di Pasaman dan Pasaman Barat. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris DPW PKS Sumatera Barat Rahmat Saleh kepada Bernama.id pada Rabu, 2/3/2022. Rahmat Saleh mengungkapkan  Instruksi Pemotongan Gaji tersebut berdasarkan Surat Perintah dari DPW PKS Sumatera Barat yang ditandatangani langsung oleh Ketua DPW PKS Sumbar H. Mahyeldi dan Sekretaris DPW PKS Sumbar H. Rahmat Saleh  pada tanggal 28 Februari 2022.

Rahmat Saleh menjelaskan, "Dana yang diperoleh dari aksi pemotongan gaji  tersebut digunakan untuk  membantu masyarakat pada masa tanggap darurat dan perbaikan Masjid/Mushalla beserta fasilitas umum lainnya yang berada di Malampah dan Kajai."

Rahmat Saleh menambahkan,  "Hasil laporan Relawan PKS di lapangan diperoleh informasi bahwa hampir 1.000-an rumah di Malampah dan 500-an rumah di Kajai dalam kondisi rusak parah, serta ribuan warga di pengungsian."

"Relawan PKS dikerahkan  dari berbagai Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat bahkan dari Provinsi tetangga untuk memberikan bantuan kepada korban gempa di Malampah dan Kajai", pungkas Rahmat Saleh.(rel/Arif)

Senin, 21 Februari 2022

Pantai Piaman Tercemar Limbah Tambak Udang, Stop Mandi-Mandi

Pantai Piaman Tercemar Limbah Tambak Udang, Stop Mandi-Mandi

Oleh : Bagindo Yohanes Wempi 

Pantai Piaman (Koto Tangah, Katapiang, Ulakan, Sunur, Sungai Limau, Tiku) tidak bagus lagi menjadi tempat para wisata keluarga mandi air laut karena airnya diprediksi sudah tercemar limbah tambak udang. Andaikan dipaksakan mandi air laut akan berpotensi mendapat penyakit kulit dan penyakit lainnya.

Perkiraan ini Penulis simpulkan dari kunjungan lapangan, serta menganalisa bahwa banyak tambah udang yang ada sepanjang pantai Piaman tersebut tidak ada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Semua hasil buangan limbah langsung dibuang kelaut dan sungai terus kelaut.

Kondisi ini sangat memprihatinkan bagi Penulis yang cinta mandi-mandi keluarga di air laut Piaman. Hal ini berdasarkan dari data yang coba Penulis hitung-hitung mengenai besaran limbah yang dibuang kelaut. Andaikan dari perkiraan data yang dalam tiga tahun terakhir atau sepanjang 2019-2022 total produksi udang vaname di pantai Piaman missal mencapai 12,4 juta kilogram atau sekitar 12.400 ton.

Selanjutnya missal data luasan kolam tambak dan produksi udang itu disandingkan dengan data kebutuhan pakan dan rata-rata pakan tak terserap. Dalam budi daya perikanan perbandingan ini dikenal dengan istilah Food Convertion Ratio (FCR) atau rasio konversi pakan dalam perikanan. FCR adalah jumlah total berat pakan buatan dibandingkan dengan jumlah berat total komoditas hasil panen. FCR yang umum untuk udang antara 1,2 – 1,5.

Maka contoh akan didapat rata-rata FCR yang digunakan petambak udang adalah 1,2. Artinya setiap 1,2 kilogram pakan menghasilkan satu kilogram udang vaname atau perbandingan 1,2:1. Alhasil ada sekitar 0,2 kilogram pakan atau sekitar 16,6% pakan udang yang tidak terserap alias terbuang jadi limbah.

Artinya, bila dalam tiga tahun terakhir produksi udang vaname di pantai Piaman mencapai 12,4 juta kilogram maka dibutuhkan sekitar 14,88 juta kilogram atau 14.880 ton pakan udang. Bila menggunakan perbandingan 1,2:1, artinya sebanyak 2,4 juta kilogram atau sekitar 2.481 ton pakan udang tak terserap alias menjadi limbah dalam tiga tahun terakhir, atau rata-rata 827 ton limbah pakan udang setiap tahunnya terbuang ke pesisir Piaman.

Sumber utama limbah itu adalah dari sisa pakan. Kebanyakan budi daya udang pantai Piaman menggunakan pemberian pakan dengan rasio pakan yang tinggi, tidak semua pakan ini akan dimakan oleh udang. 

Akibatnya kandungan material organik dalam pakan, ditambah sisa feses udang, yang akan dibuang ke perairan akan mengganggu ekosistemnya, ikan laut pun akan mati. 

Lalu ada pupuk yang diberikan petambak untuk menstimulasi pertumbuhan plankton, namun sayangnya banyak yang menggunakan pupuk anorganik, ini akan mencemarkan air laut.

Pertanyaan, apakah dengan sebesar itu limbah dibuang kelaut, apakah bisa keluarga Kita berenang lagi dilaut pantai piaman?

Mari tanggulangi pencemaran lingkungan air laut Piaman dari tambak udang. Jangan sampai nasib pantai Piaman nanti sama nasibnya dengan danau Singkarak dan danau Maninjau yang sudah tercemar limbah ikan, wisatawanpun enggan berkunjung[*].

Sabtu, 12 Februari 2022

Runtuhnya Model Rumah Gadang Minangkabau Diperkantoran

Runtuhnya Model Rumah Gadang Minangkabau Diperkantoran

Oleh : Labai Korok Piaman

Paska gempa besar tahun 2009 semua gedung-gedung perkantoran berubah bentuk tidak lagi memakai arsitektur rumah gadang Minangkabau. Kondisi ini memprihatinkan bagi Penulis yang cinta terhadap nilai-nilai budaya Minang.

Bisa dibuka datanya, lebih 90 persen gedung perkantoran, seperti kantor kepala daerah, kantor dinas, kantor camat, sampai kantor milik swasta dan lainnya di Sumbar, terkhusus terletak di Kota Padang berubah bentuk menjadi gedung banci, arsitektur anti Minang.

Jika perantau sudah lama tidak pulang kampung akan merasakan terkhusus Ibu Kota Propinsi Sumatera Barat sudah tidak lagi merasa berada diranah Minangkabau dahulu, tapi sudah terasa dikota-kota diluar Minangkabau.

Penulis pada tahun 2012 sudah pernah menginginkan Pemerintah Daerah, Ninik Mamak (LKAAM, MTKAM), cadiak pandai melaui tulisan "Minangkabau abstrak (Minangkabau jadi-jadian). Dimana penjelasan tentang tulisan tersebut, diantaranya arsitektur bangunan Minangkabau tidak ada lagi, maka diprediksi 50 tahun kedepan Minangkabau akan hilang.

Berharap dengan tulisan itu menggugah para penguasa ranah Minang, baik Kepala Daerah, Anggota Dewan, politisi kebijakan dan masyarakat semua untuk berpikir agar membangun paska gempa tahun 2009 berkomitmen memakai arsitektur rumah gadang. Link tulisan tersebut masih bisa dibuka (googling), masih bisa dibaca.

Namun yang namanya penguasa, Kepala Daerah, Anggota Dewan dan jajarannya memiliki otoritas  membangun sesukanya, membangun gedung-gedung sesuai dengan seleranya, sesuai dengan pencitraannya maka tulisan tersebut tidak berefek. 

Malah akhir-akhir ini pembangunan gedung perkantoran makin parah tak memiliki arah, bentuknya arsitekturnya sudah seperti film-film Hollywood negeri di planet lain, semua pakai efek kaca, gedung runcing-runcing dan hilang arsitektur rumah gadang. 

Situasinya tidak tanggung-tangung, penguasa kekinian membangun sudah murni tidak memakai arsitektur rumah gadang dan sudah berani juga mengusur nilai-nilai kepahlawanan Minangkabau, seperti teranyar berubahnya gedung Bagindo Aziz Chan menjadi youth center di Kota Padang.

Penulis sebenarnya heran, mengapa para Kepala Daerah, Anggota Dewan, dinas-dinas jajaran teknis sangat suka merubah bentuk arsitektur rumah gadang Minangkabau menjadi bentuk lain. Apakah karena pejabatnya tidak asli orang Minang, atau tidak lahir diranah Bundo ini. Entahlah.

Sedang dilihat dari perjalan dinas acap kali melakukan perjalan ke pulau Dewata Bali sebelum covid-19 melanda. Boleh dikata semua pejabat tersebut dalam satu tahun bisa dua kali dan malah bisa lebih dari itu untuk melakukan studi banding, kunjungan kerja yang katanya akan mengabdopsi nilai-nilai budaya Bali dan bentuk lainnya.

Namun terkhusus dengan arsitektur rumah gadang Minangkabau tidak dipakai hasil studi banding, kunjungan kerja ke Bali tersebut, malah dalam pembangunan diadopsi model bangunan seperti dikota maju luar negeri yang memakai nilai modernisasi menghilangkan nilai budaya Minang itu sendiri. Yang pejabat itu tidak pernah studi banding keluar negeri dalam karirnya[*].

Selasa, 08 Februari 2022

Gedung Bagindo Aziz  Chan Diganti Youth Centre , Menghilangkan Sejarah Padang

Gedung Bagindo Aziz Chan Diganti Youth Centre , Menghilangkan Sejarah Padang

Oleh : Bagindo Yohanes Wempi

Hendri Septa lupa sejarah kepahlawanan orang Padang sepertinya atau tidak pernah belajar sejarah Kota Padang, sehingga dengan tanpa bersalah menganti gedung Bagindo Aziz Chan dengan Youth Centre - proyek puluhan milyar.

Bertepat pada hari Senin, tanggal 7 Februari 2022, Walikota Padang, lulusan luar negri ini meresmikan rencana pembangunan Youth Centre. Tak tanggung-tanggung gedung yang bernamakan pahlawan nasional, Bagindo Aziz Chan akan digantikan dengan gedung tempat anak muda hedonisme bermain.

Dari bocoran, bentuk gedung Youth Centre ini menyerupai gedung Minangkabau abstrak, yang akan menghilangkan nilai-nilai sosial budaya yang ada di Kota Padang, Minangkabau. Yang sekarang pun tempat anak muda sudah meresahkan masyarakat karena dimana-mana berdiri Youth Centre milik swasta.

Penulis perlu kembali mengingatkan kepada pihak yang mengambil kebijakan, terutama Hendri Septa, Walikota Padang bahwa gedung Bagindo Aziz Chan merupakan penghargaan kepada pahlawan asli Alang Laweh, Padang.

Bagindo Aziz Chan  adalah pemimpin revolusioner asal Padang, Sumatera Barat yang memiliki sikap yang pemberani, konsisten dalam bertindak, dan tidak gentar menghadapi musuh. Setelah kemerdekaan, ia ditunjuk sebagai Walikota Padang.

Pada 10 Oktober 1945, pasca kedatangan Sekutu di Padang, Bagindo menolak untuk tunduk terhadap kekuatan militer Belanda. Beliau terus memberikan perlawanan dengan menerbitkan surat kabar perjuangan yang bernama Republik Indonesia Jaya. Bahkan, Bagindo langsung memimpin perlawanan terhadap Belanda tersebut.

Begitu profil perjuangan singkatnya, saat wafat pada 19 Juli 1947. Menurut hasil visum di Rumah Sakit Tentara Dr. Reksodiwiryo, Ganting, ia meninggal karena terkena benda tumpul dan ada tiga bekas tembakan di wajahnya. Untuk menghormati jasa dan pengorbanannya perlu simbolisasi.

Maka dizaman pemerintahan Walikota Syahrul Ujud, satu warisan bangunan kolonial untuk kebutuhan publik warga kota, diberi nama gedung pertemuannya Bagindo Aziz Chan, sebagai suatu kehormatan terhadap Putra Padang yang berjasa membela kemerdekaan, mengusir penjajah.

Sekarang Gedung Bagindo Aziz Chan tersebut dirobah tanpa ada dasar kajian sejarah, kepentingan kecuali hanya mengandung nilai pencitraan Hendri Septa karena ingin dikenang Youth Centre dibangun di zaman Hendri Septa jadi Walikota Padang. Namun mengalfakan keberadaan nilai-nilai tokoh perjuangan kemerdekaan. 

Secara tidak langsung histori gedung itu adalah simbol kepahlawanan orang Padang, Bagindo Aziz Chan tersebut akan musnah. Nilai gedung peninggalan kolonial Belanda tidak adalagi ruhnya.

Walikota Padang, Hendri Septa lupa bahwa Youth Centre tanpa dibangun oleh Pemkot Padang pun sudah tumbuh seperti cendawan dikala hujan, dimana-mana setiap sudut Kota Padang ada youth centre seperti direncanakan itu, dimana tempat youht centre tersebut dapat merusakkan nilai budaya Kota Padang, Minangkabau.

Seharusnya Walikota Padang menurut Penulis secepatnya menertibkan Youth Centre ini yang tumbuh berserakan di Kota Padang agar tidak dijadikan sarana perkembangan LGBT yang  merusak generasi muda Padang. Serta menghentikan pembangunan Youth Centre di Gedung Bagindo Aziz Chan tersebut agar tidak hilangnya sejarah Kota Padang[*].

Sabtu, 05 Februari 2022

Bantu Gubernur Bertanam Jagung, Mulai Dari RT

Bantu Gubernur Bertanam Jagung, Mulai Dari RT

Oleh : Labai Korok Piaman

Penulis memiliki fasilitas umum disekitar Rumah Tangga (RT) berukuran 1,5 meter lebar, panjang 4 meter. Sekarang sudah ditanam pisang, ubi kayu, nenas dan bunga-bunga untuk memperindah sekeliling rumah. Alhamdulillah sekali panen buah pisang, Penulis bisa juga bagi-bagi ketetanga.

Begitu mudahnya bertanam jika masing-masing keluarga mau melakukanya. Coba dibayangkan jika disekeliling Istana Gubernuran ditanami jagung, sekeliling Kantor Dinas Pertanian Sumbar ditanam jagung, lahan kosong lapangan pesawat terbang Tabing ditanami jagung atau fasilitas negara lainnya ditanami semua, mungkin hasil jagungnya bisa berton-ton.

Namun pertanyaannya apakah semua warga Sumbar ini berjiwa mau menanam tamanan produktif  seperti yang diuraiankan Penulis diatas. Tentu Jawabanya diserahkan pada rumput yang bergoyang. Tapi jika ada jalan semuanya bisa diwujudkan dan dilakukan.

Penulis beryukur Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi telah mengumpulkan semua Kepala Dinas Pertanian se-Kabupaten/Kota se-Sumbar dan hadir juga perusahan yang butuh buah jagung untuk diolah menjadi pakan ternak, dan bisa diekspor nantinya. Ide kreatif.

Gubernur Sumbar menegaskan agar sektor pertanian, terkhusus tanaman jagung dijadikan sektor unggulan di Sumbar untuk meningkatkan pendapatan petani, ungkapan tersebut disampaikan dalam Ruang Rapat Gubernuran, Kamis (3/2/2022). 

Disamping itu Gubernur Sumbar menyampaikan juga bahwa, "Sangat besar, harus ada grand desain untuk jagung. Kita ingin mendorong Kabupaten dan Kota buka lahan baru." "Pasarnya sudah jelas, Kita siap dukung untuk land clearing, dan optimalisasi penyediaan pupuk. Intinya, kita bangun kerjasama dengan berbagai pihak untuk rakyat", sambung Buya.

Begitu semangatnya Gubernur mendorong sektor tanaman jagung ini menjadi unggulan. Namun menurut Penulis grand desain ini perlu disambut bersama. Sekarang dimulai dahulu dari budayakan masyarakat rumah tangga hobi bertanam-tanam (jagung) contoh semua PNS atau pejabat dinas pertanian disuruh bertanam jagung. Memberi contoh dan tauladan.

Setelah itu baru masyarakat disuruh bertanam jagung juga disekeling rumahnya. Dianjurkan, jika perlu buat Perda semua tanah kosong wajib ditanami jagung. Jika memungkinkan lapangan bola kaki, lapangan golf yang sekarang tidak terpakai karena covid-19 dijadikan lahan jagung. Jika covid-19 berakhir dikembalikan seperti semula.

Sepengetahuan Penulis banyak lahan kosong yang bisa dimanfaatkan oleh rumah tangga atau perorangan untuk melakukan giat penaman komiditi jagung tersebut. Sekarang tinggal bagai mana Kita memaknai keinginan grand desain dari Gubernur Sumbar itu bisa dilaksanakan dan menjadi budaya bagi masyarakat Sumbar menam jagung tersebut [*].

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done